Beritatiga, Bandung Barat – Jabar menjadi salah satu daerah penghasil kopi yang cukup besar di Indonesia. Sebab, kopi dari daerah-daerah di Jabar juga memiliki cita rasa tersendiri, salah satunya Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kepala Dinas Perkebunan Jabar, Jafar Ismail mengapresiasi keberhasilan para petani kopi di KBB yang mampu melakukan ekspor kopi secara mandiri. Jafar mengatakan, ekspor kopi secara mandiri baru dilakukan di KBB, sedangkan daerah lain di Jabar masih melalui eksportir. Menurut Jafar, perbedaan geografis wilayah dan kontur tanah yang membuat cita rasa kopi dari Jawa Barat berbeda antara satu daerah dengan daerah lain. Salah satu kopi yang dihasilkan oleh KBB adalah Java Kopi Preanger memiliki cita rasa tersendiri yang berbeda dengan jenis kopi lainnya. Dengan tingginya kopi di Jawa Barat membuat peluang ekspor menjadi semakin besar. Apa yang dilakukan di KBB bisa menjadi contoh bagi petani lain, untuk melakukan ekspor secara mandiri, ujar Jafar.

Komoditi kopi bukan hanya memiliki nilai ekonomi, namun pohon kopi juga termasuk jenis tanaman konservasi yang bisa melindungi alam. Itulah mengapa banyak petani di Jawa Barat yang memanfaatkan lahan milik Perhutani untuk menanam kopi. Sementara itu, perwakilan kelompok tani kopi pelaku ekspor mandiri, Rani Mayasari mengatakan, pada ekspor perdana secara mandiri kopi dari Gununghalu dan Sindangkerta, KBB, ini tercatat ada 9,1 ton kopi atau setara dengan Rp1,5 miliar yang dikirim ke sejumlah negara seperti Amerika, Belanda, Turki, Bahrain, dan Arab Saudi. “Ini membuktikan jika petani mulai bangkit pasca pandemi COVID-19 dan roda perekonomian kembali bergairah,” ucapnya.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *