Sejumlah warga Kota Bandung menggelar aksi bela palestina di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, bertepatan dengan momen memperingati Konferensi Asia Afrika (KAA), Sabtu, 18 April 2026. Massa menyuarakan solidaritas terhadap warga Palestina dan mengecam segala bentuk pelanggaran HAM.
Pantauan di lokasi, puluhan massa dari kelompok berkumpul di monumen Dasasila Bandung. Sebagian massa membawa poster hingga bendera beberapa negara yang berada di Timur Tengah.
Arus lalu lintas menjadi terhambat akibat adanya aksi ini. Petugas kepolisian pun mencoba mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kepadatan parah.
Di sela-sela orasi, bendera Palestina berukuran sepuluh kali tiga meter dibentangkan. Massa lalu berjalan menuju ke arah Palestine Walk. Aksi kali ini diisi oleh berbagai kegiatan, seperti pertunjukan teater, melukis, hingga orasi menyerukan kebebasan Palestina.
Aksi bela Palestina di Kota Bandung, Sabtu, 18 April 2026 (AyoBandung.com/Gilang Fathu Romadhan)
Salah seorang massa aksi, Imma (43), sengaja datang untuk ikut menyuarakan kebebasan Palestina dari zionis Israel. Suara itu digaungkan bersamaan dengan peringatan KAA.
“Ini aksi, ini subjeknya sih Asia Afrika Berkabung Festival ya. Cuma kita gabungin juga sama semua isu Palestina yang kita angkat disini. Salah satunya tentang eksekusi tahanan Palestina. Terus tentang Hari Global Aksi untuk Palestina juga. Dan 71 Tahun Kongresi Asia Afrika,” kata dia di lokasi.
Ia juga menyampaikan harapannya agar peringatan Konferensi Asia Afrika tidak sekadar menjadi agenda seremonial tanpa aksi nyata. Menurutnya, semangat konferensi tersebut seharusnya diwujudkan dalam langkah konkret, khususnya dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
“Harapannya kalau kita dari komunitas sih emang terutama untuk aksi ini. Harapannya untuk mengingatkan terus konfrensi itu. Apa artinya konfrensi jika tidak ada tindakan nyata, tidak ada aksi nyata. Jika hanya berada di meja perundingan tanpa ada tindakan yang benar-benar langsung seruan untuk bertindak gitu. Untuk aksi gitu. Mereka hanya sibuk berunding, menghabiskan anggaran,” kata dia.


