Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa belakangan ini telah memicu krisis kesehatan serius dengan catatan lebih dari 1.300 kematian sejak 21 Juni 2026. Di Prancis, otoritas kesehatan melaporkan sekitar 1.000 kematian tambahan di luar rata-rata normal, sementara Spanyol mencatat 1.028 korban jiwa. Fenomena ini memicu pertanyaan mengapa suhu 40 derajat Celsius di Eropa terasa jauh lebih mematikan dibandingkan di banyak negara lain yang memang terbiasa dengan suhu tinggi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa gelombang panas ini dipicu oleh fenomena heat dome atau kubah panas. Dalam kondisi ini, udara yang turun mengalami kompresi dan memanas secara intens, sekaligus mencegah terbentuknya awan yang dapat meneduhkan suhu. Kondisi ini diperparah oleh pola cuaca omega block yang mengunci massa udara panas di satu wilayah selama berhari-hari, sehingga suhu tinggi bertahan dalam durasi yang sangat lama.
Terdapat beberapa faktor krusial yang membuat Eropa sangat rentan terhadap serangan panas ini. Salah satunya adalah infrastruktur yang tidak adaptif karena sebagian besar bangunan tua di Eropa dirancang khusus untuk menahan panas agar tetap hangat selama musim dingin yang panjang. Akibatnya, saat gelombang panas datang, rumah-rumah tersebut justru berubah menjadi seperti oven, terlebih lagi diperkirakan hanya sekitar 19 persen rumah di Eropa yang dilengkapi dengan sistem pendingin ruangan.
Selain itu, faktor demografis menjadi beban berat karena sekitar 22 persen populasi Uni Eropa merupakan warga berusia 65 tahun ke atas yang merupakan kelompok paling rentan terhadap serangan panas fatal. Ancaman ini semakin nyata karena pengaruh kelembapan udara dari perairan di sekitar Eropa yang menyebabkan suhu terasa 5 hingga 10 derajat Celsius lebih panas daripada angka yang tertera di termometer. Situasi menjadi jauh lebih buruk karena suhu malam hari sering kali tidak kunjung turun dan tetap bertahan di kisaran 26 hingga 28 derajat Celsius, sehingga tubuh manusia tidak memiliki kesempatan untuk mendinginkan diri atau beristirahat setelah terpapar panas sepanjang hari.


