Tokopedia kembali menghadapi gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang masif. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa perusahaan e-commerce tersebut telah memangkas hingga 90 persen karyawannya pada awal Juli 2026. Langkah ini menjadi babak baru dalam serangkaian efisiensi yang dilakukan sejak ByteDance, perusahaan induk TikTok, resmi menjadi pemegang saham mayoritas pada akhir 2023.
Manajemen TikTok melalui juru bicaranya mengakui bahwa perusahaan tengah melakukan penyelarasan organisasi, khususnya pada divisi riset dan pengembangan (R&D). Penyesuaian ini diklaim bertujuan untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis, komunitas kreator, serta penjual di platform mereka. Meski mengakui adanya restrukturisasi, pihak TikTok tidak memberikan angka pasti mengenai jumlah karyawan yang dilepas. “Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus memberikan dukungan kepada rekan-rekan yang terdampak selama masa transisi ini,” ujar juru bicara tersebut.
Kebijakan ini memperpanjang catatan efisiensi yang terus dilakukan Tokopedia sejak akuisisi TikTok. Pada Juni 2024, sekitar 450 karyawan diberhentikan dengan alasan menyelaraskan organisasi pasca-penggabungan dengan TikTok Shop. Setahun kemudian, pada pertengahan 2025, perusahaan kembali memangkas sekitar 420 karyawan yang tersebar di divisi teknologi informasi, customer care, hingga tim gudang.
Dalam proses integrasi sistem yang masih berlangsung, struktur organisasi Tokopedia mengalami perubahan drastis. Berdasarkan informasi yang beredar, tim teknis Tokopedia di Indonesia banyak yang dialihkan ke bawah koordinasi pusat di Tiongkok. Langkah ini diambil karena manajemen menganggap organisasi Tokopedia sebelumnya terlalu “gemuk”, terutama setelah digabungkan dengan tim TikTok Shop yang memiliki lini bisnis serupa. Akibatnya, fokus operasional di Indonesia kini dilaporkan lebih ditekankan pada tim bisnis dan pemasaran, sementara pengembangan teknis mayoritas berpindah ke luar negeri.
Isu PHK terbaru ini pertama kali mencuat melalui media sosial, di mana disebutkan bahwa hanya sekitar 10 persen karyawan Tokopedia yang akan dipertahankan. Meski belum ada konfirmasi resmi mengenai angka persentase tersebut, langkah ini mempertegas arah transformasi yang diambil ByteDance sejak menginvestasikan US$ 1,5 miliar untuk menyatukan TikTok Shop dan Tokopedia.


