Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Senin (20/7/2026), meski musim kemarau terus meluas. Secara umum, kondisi cuaca dalam sepekan ke depan masih didominasi curah hujan rendah, seiring menguatnya fenomena El Nino. Namun, berbagai faktor atmosfer seperti aktivitas MJO, gelombang Kelvin, gelombang Rossby Ekuatorial, serta terbentuknya daerah konvergensi masih memicu peluang terbentuknya awan hujan di sejumlah daerah.
BMKG memperkirakan hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Papua, dan Papua Pegunungan. Sementara itu, masyarakat di Banten dan Jawa Barat diminta mewaspadai potensi angin kencang yang dapat memicu pohon tumbang maupun gangguan aktivitas.
Di tengah musim kemarau, BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan dengan menggunakan pelindung seperti topi atau payung, memakai tabir surya, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi dan kelelahan akibat cuaca panas.
Selain itu, pemerintah daerah dan masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan akibat kondisi cuaca yang semakin kering. BMKG mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan dan segera melaporkan jika menemukan titik api. Di sisi lain, hujan yang disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi secara lokal, sehingga masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir sesaat, pohon tumbang, dan sambaran petir.


