Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada dasarnya memiliki tujuan yang sama dengan partai-partai politik yang tergabung dalam pemerintahan. Menurutnya, perbedaan sikap politik merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi, namun bukan berarti menghilangkan kesamaan visi dalam membangun bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan persaingan politik merupakan sesuatu yang baik selama dijalankan secara sehat. Ia menilai hubungan antarpartai bisa berubah seiring waktu, termasuk kemungkinan kembali bekerja sama setelah sebelumnya berada di posisi yang berbeda. Karena itu, ia meyakini PDIP dan pemerintah sejatinya memiliki semangat yang sama dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Prabowo juga menegaskan pentingnya membedakan kritik yang membangun dengan caci maki maupun fitnah. Menurutnya, kritik merupakan bagian dari demokrasi yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah untuk memperbaiki kebijakan. Namun, kritik yang disertai fitnah justru tidak memberikan manfaat dan berpotensi memecah persatuan.
Sementara itu, PDIP hingga kini tetap memilih berada di luar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai partai penyeimbang. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebelumnya menegaskan bahwa posisi tersebut bukan berarti menolak seluruh kebijakan pemerintah, melainkan tetap memberikan dukungan terhadap setiap program yang dinilai berpihak pada kepentingan rakyat.


