Pembangunan sekolah pengganti SDN 026 Bojongloa di Kompleks Cibaduyut Permai, RW 02, Kelurahan Cibaduyut Kidul, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, ditargetkan mulai dikerjakan pada pertengahan September 2026. Sekolah baru tersebut dibangun untuk menggantikan sekolah lama yang lahannya harus dikembalikan kepada pihak yang memenangkan sengketa kepemilikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Asep Saeful Gufron mengatakan saat ini pihaknya masih fokus menyelesaikan sejumlah persyaratan, terutama Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Menurutnya, proses perizinan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu segera dituntaskan menyusul adanya penolakan dari sebagian warga sekitar lokasi pembangunan. “Insya Allah pertengahan September dibangun. Tahun ajaran baru harus bisa digunakan. Kita upayakan, kita lagi fokus ke perizinan,” ujar Asep, Rabu (26/8/2026).
Sekolah pengganti tersebut dibangun setelah Pemkot Bandung kalah dalam sengketa lahan SDN 026 Bojongloa. Sengketa itu diajukan ahli waris Agus Pribadi dan Tata ke pengadilan sejak 2017 dan berlanjut hingga tingkat Peninjauan Kembali (PK) pada 2022. Setelah putusan tersebut, Pemkot Bandung harus merelakan lahan sekolah menjadi milik ahli waris sehingga pemerintah menyiapkan lokasi baru untuk kegiatan belajar mengajar.
Berdasarkan pantauan di lokasi, lahan sekolah baru memiliki luas sekitar 4.000 meter persegi dan berada di dalam Kompleks Cibaduyut Permai. Di lokasi telah terpasang plang proyek dengan nilai kontrak Rp15,78 miliar, sementara pelaksana pembangunan yakni PT Pancarona Mitra Abadi dan konsultan supervisi PT Graha Mitra Konsultan. Meski demikian, sejumlah warga memasang spanduk penolakan karena khawatir pembangunan sekolah membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut semakin ramai. Pemkot Bandung menyebut akses menuju sekolah telah dipetakan dan nantinya tidak hanya mengandalkan Jalan Borobudur.


