Penelitian yang dimuat dalam Journal of Affective Disorders pada April 2026 menemukan adanya kaitan antara konsumsi kopi dalam jumlah sedang dengan kondisi kesehatan mental yang lebih baik. Orang yang mengonsumsi sekitar dua hingga tiga cangkir kopi per hari tercatat memiliki risiko lebih rendah mengalami gangguan suasana hati maupun gangguan yang berkaitan dengan stres, termasuk depresi dan kecemasan. Namun, manfaat tersebut tidak ditemukan pada konsumsi kurang dari dua hingga tiga cangkir per hari.
Menurut laporan Verywell Health, konsumsi kopi lebih dari tiga cangkir sehari justru berpotensi menimbulkan efek sebaliknya. Asupan kafein yang terlalu banyak dapat memicu rasa cemas, gelisah, hingga mengganggu kualitas tidur. Para peneliti menemukan pola hubungan berbentuk huruf J, yang menunjukkan bahwa manfaat kopi terhadap kesehatan mental berada pada tingkat konsumsi tertentu dan tidak terus meningkat ketika jumlah kopi yang diminum semakin banyak. Ahli diet Morgan L. Walker, MS, RD, menyebut konsumsi moderat sebagai “titik ideal” yang sejalan dengan rekomendasi umum mengenai asupan kafein.
Menariknya, hasil penelitian juga konsisten pada berbagai jenis kopi, termasuk kopi tanpa kafein atau decaf. Hal tersebut mengindikasikan bahwa manfaat kopi mungkin tidak hanya berasal dari kafein, tetapi juga komponen lain seperti antioksidan dan senyawa bioaktif. Meski demikian, respons tubuh setiap orang terhadap kafein berbeda. Sebagian orang dapat merasa nyaman setelah minum dua cangkir, sementara orang lain bisa mengalami efek samping meski mengonsumsi dalam jumlah lebih sedikit. Perbedaan genetik dalam metabolisme kafein juga tidak mengubah hasil penelitian secara keseluruhan, meskipun efek perlindungan dilaporkan sedikit lebih kuat pada pria.
Meski demikian, para ahli mengingatkan agar hasil penelitian tidak diartikan bahwa kopi dapat digunakan untuk mengobati depresi atau kecemasan. Luciana Soares, MS, RDN, menegaskan bahwa penelitian tersebut bersifat observasional sehingga belum membuktikan hubungan sebab-akibat. Konsumsi kopi juga bisa berkaitan dengan faktor gaya hidup lain, seperti rutinitas, pola makan, maupun interaksi sosial. Selain itu, penelitian mengandalkan laporan peserta mengenai konsumsi kopi dan tidak merinci metode penyeduhan maupun tambahan seperti gula, susu, atau krim. Karena itu, kopi dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat jika dikonsumsi secara moderat, tetapi “lebih banyak” tidak selalu berarti “lebih baik”.


