Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi bergerak cepat mengantisipasi sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang dilaporkan mencapai wilayah Kota Sukabumi, Jawa Barat. Sejumlah masker dibagikan kepada masyarakat, terutama pengendara yang masih beraktivitas di luar ruangan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya preventif untuk mengurangi risiko paparan partikel abu vulkanik yang dapat mengganggu saluran pernapasan.
Staf Pelayanan PMI Kota Sukabumi, Dinar Mochamad, mengatakan tanda-tanda sebaran abu vulkanik juga sempat terlihat di sekitar Posko PMI Kota Sukabumi. Menurutnya, abu mulai tampak pada Sabtu (5/9/2026) malam sehingga PMI langsung melakukan langkah antisipasi dengan membagikan masker kepada masyarakat yang masih beraktivitas di luar ruangan. “Malam tadi abu tampak sampai ke Posko PMI Kota Sukabumi. Karena itu, kami melakukan langkah antisipasi dengan membagikan masker kepada masyarakat, terutama para pengendara yang masih beraktivitas di luar,” ujar Dinar, Minggu (6/9/2026).
Dinar menjelaskan masker menjadi salah satu perlindungan sederhana yang dapat digunakan masyarakat ketika harus beraktivitas di luar ruangan saat abu vulkanik mulai teramati. Ia mengimbau warga tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila paparan abu semakin terasa.
Selain itu, masyarakat diminta terus mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui sumber informasi resmi. PMI Kota Sukabumi memastikan akan terus melakukan langkah kesiapsiagaan untuk membantu warga apabila sebaran abu vulkanik mulai berdampak terhadap aktivitas masyarakat. “Yang paling penting masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada dan menjaga kesehatan dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar,” kata Dinar.


