Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Jawa Timur hingga Kalimantan Utara sepanjang pekan ini. Berdasarkan laporan yang dihimpun hingga Minggu (13/9/2026) pukul 07.00 WIB, sedikitnya tiga kejadian karhutla tercatat di Kabupaten Ponorogo, Kota Pasuruan, dan Kabupaten Bulungan dengan total lahan terdampak mencapai lebih dari 37 hektare.
Di Kabupaten Ponorogo, kebakaran melanda kawasan Gunung Gede, Desa Koripan, Kecamatan Bungkal, Kamis (10/9/2026). Api menghanguskan vegetasi berupa daun jati dan rumput ilalang dengan luas sekitar 5 hektare. Sementara di Kota Pasuruan, kebakaran terjadi di Jalan Patiunus, Kelurahan Krampyangan, Kecamatan Bugul Kidul, Jumat (11/9/2026), dan membakar lahan alang-alang seluas sekitar 2,84 hektare. Kebakaran di Pasuruan diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah yang merambat ke area alang-alang. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kedua kejadian tersebut.
Karhutla juga terjadi di Desa Gunung Sari, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada Jumat (11/9/2026). Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 30 hektare dan masih dalam proses pendataan. Tim gabungan langsung melakukan pemadaman, melokalisasi titik api, serta pembasahan untuk mencegah munculnya kembali api. Hingga Sabtu (12/9/2026), petugas masih melakukan pemantauan terhadap sisa asap dan titik rawan kebakaran.
BNPB menyebut tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut. Kebakaran di Ponorogo telah dinyatakan padam dan kondisi lokasi kondusif, sementara penanganan di Bulungan terus dilakukan oleh tim gabungan dengan dukungan kendaraan tangki air, mesin pemadam dan peralatan lainnya. Jawa Timur sendiri masih berstatus Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Karhutla hingga 6 Oktober 2026, sedangkan Kabupaten Bulungan berada dalam status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi yang berlaku hingga 31 Desember 2026.


