Ratusan orang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumedang, Senin (21/9/2026) siang. Massa menyampaikan ketidakpuasan terhadap penyelesaian isu yang menyeret nama Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila dan sekretaris pribadinya. Mereka kemudian menyampaikan aspirasi tersebut kepada DPRD Sumedang agar persoalan itu kembali ditindaklanjuti.
Sebelumnya, isu tersebut telah ditangani oleh tim investigasi yang dibentuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dedi bahkan telah menyampaikan hasil upaya penyelesaian persoalan tersebut secara langsung. Namun, hasil penanganan itu belum membuat pihak yang berunjuk rasa merasa puas sehingga mereka memilih menyampaikan tuntutan melalui DPRD Sumedang.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB, massa aksi didominasi orang dewasa dan tidak tampak berasal dari kelompok mahasiswa. Mereka membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan dan aspirasi. Aksi tersebut berkaitan dengan isu dugaan penganiayaan dan pelecehan seksual yang sebelumnya dikaitkan dengan Wakil Bupati Sumedang dan sekretaris pribadinya.
Ketua DPRD Sumedang Sidik Jafar menemui massa dan mendengarkan langsung aspirasi yang disampaikan. Sidik mengatakan DPRD Sumedang akan menindaklanjuti tuntutan tersebut, termasuk menyampaikannya kepada Inspektorat. Ia juga membenarkan bahwa aksi digelar karena massa tidak puas terhadap hasil investigasi yang dilakukan tim bentukan Gubernur Jawa Barat, meski hasil penanganannya telah disampaikan langsung oleh Dedi Mulyadi.


