Wacana perombakan Kabinet Merah Putih kembali mencuat menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Isu reshuffle mengemuka setelah pemerintah kembali mengubah susunan kabinet pada September 2026. Prabowo sebelumnya menyampaikan bahwa kinerja para menteri terus dievaluasi dan masa dua tahun pemerintahan dapat menjadi salah satu momentum untuk menilai kemampuan jajaran kabinet dalam menjalankan tugas serta merealisasikan program pemerintah.
Prabowo menegaskan evaluasi terhadap para pembantunya tidak hanya dilakukan pada waktu tertentu, melainkan berlangsung secara berkelanjutan. Menurutnya, setiap pejabat perlu ditempatkan sesuai kebutuhan dan kompetensinya. Prabowo juga mengibaratkan kabinet seperti sebuah kesebelasan sepak bola yang memiliki pemain dengan posisi dan tugas berbeda. Karena itu, penempatan setiap anggota tim harus disesuaikan dengan peran yang dibutuhkan agar tujuan bersama dapat tercapai.
Perhatian terhadap isu reshuffle semakin besar setelah Prabowo melakukan perubahan susunan kabinet pada 14 September 2026. Salah satu perubahan terjadi di Kementerian Keuangan, dengan Suahasil Nazara dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan memiliki pengalaman dalam bidang kebijakan fiskal. Pergantian tersebut menjadi perubahan keenam dalam susunan kabinet sejak pemerintahan Prabowo-Gibran dimulai pada Oktober 2024.
Di tengah isu evaluasi kabinet, sejumlah kementerian kembali mendapat sorotan publik, termasuk sektor kehutanan yang menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan pejabat di lingkungan kementerian. Namun, sorotan terhadap kementerian atau pejabat tertentu belum berarti adanya keputusan pergantian. Keputusan mengenai reshuffle tetap berada di tangan Presiden Prabowo setelah mempertimbangkan hasil evaluasi, kebutuhan pemerintahan, serta kinerja masing-masing pejabat.


