Polres Cimahi melaksanakan kegiatan pemusnahan barang bukti hasil pengungkapan sejumlah kasus sekaligus press release penanganan perkara. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses penegakan hukum sekaligus upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Cimahi.
Barang bukti yang dimusnahkan antara lain berupa minuman beralkohol (miras), narkotika, serta knalpot yang tidak sesuai ketentuan atau dikenal sebagai knalpot brong. Pemusnahan dilakukan sebagai bagian dari proses penanganan barang bukti sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan unsur penegak hukum. Hadir di antaranya Wakil Bupati Bandung Barat, Wali Kota Cimahi, Dandim 0609 Cimahi, Ketua Pengadilan Negeri Bale Bandung, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, Kepala Kejaksaan Negeri Cimahi, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, serta Ketua DPRD Kota Cimahi.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi antarlembaga dalam mendukung terciptanya kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat. Masing-masing institusi menjalankan fungsi dan kewenangannya sesuai dengan tugas serta ketentuan yang berlaku.
Bagi DPRD Kabupaten Bandung Barat, partisipasi dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari hubungan kelembagaan dengan unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan institusi terkait. Sinergi tersebut diperlukan untuk mendukung terciptanya lingkungan masyarakat yang aman, tertib, serta memiliki kepastian dalam penegakan aturan.
Pemusnahan barang bukti juga menjadi salah satu tahapan yang penting dalam proses penanganan perkara. Pelaksanaannya perlu dilakukan secara tertib, transparan, dan sesuai prosedur agar pengelolaan barang bukti dapat dipertanggungjawabkan secara kelembagaan.
Sementara itu, press release pengungkapan kasus memberikan informasi kepada publik mengenai langkah-langkah yang telah dilakukan aparat dalam menangani berbagai perkara. Keterbukaan informasi secara proporsional menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.
Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, aparat penegak hukum, dan lembaga perwakilan diharapkan dapat terus diperkuat. Kolaborasi tersebut penting dalam merespons berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang aman bagi aktivitas warga.
Melalui kegiatan tersebut, seluruh unsur yang hadir kembali menegaskan pentingnya kerja sama lintas lembaga dalam menjaga keamanan dan ketertiban. DPRD Kabupaten Bandung Barat juga terus mendukung komunikasi dan koordinasi kelembagaan dalam rangka menciptakan kondisi masyarakat yang aman, tertib, dan kondusif.

