DPRD Kabupaten Bandung Barat mendukung upaya perbaikan infrastruktur yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya terlihat dari penanganan jalan di Kampung Cilumber dan Cikole, Kecamatan Lembang, yang telah lama menjadi kebutuhan warga.
Setelah sekitar 12 tahun menghadapi kondisi jalan yang rusak, masyarakat kini mulai merasakan perubahan dengan tersedianya akses jalan yang lebih layak. Bagi warga, perbaikan ini bukan hanya soal kondisi jalan yang lebih baik, tetapi juga tentang kemudahan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Akses yang lebih layak dapat membantu warga bepergian menuju tempat kerja, sekolah, pusat pelayanan, maupun menjalankan kegiatan ekonomi. Bagi pelaku usaha, kondisi jalan yang lebih baik juga dapat mendukung mobilitas barang dan memperlancar aktivitas perdagangan di wilayah tersebut.
Perbaikan ini dilakukan di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah yang menuntut pemerintah menetapkan prioritas pembangunan. Dalam kurun waktu sekitar empat bulan, sejak akhir Juni hingga September, penanganan ditargetkan mencakup 34 ruas jalan kabupaten.
Melalui Komisi III, DPRD Kabupaten Bandung Barat turut menjalankan fungsi pengawasan dengan melihat secara langsung perkembangan pembangunan infrastruktur tersebut. Pengawasan ini menjadi bagian dari upaya memastikan program pembangunan tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat, Pither Tjuandys, turut hadir dalam peresmian bersama Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dan jajaran terkait. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari proses koordinasi dan pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Bagi masyarakat Cilumber dan Cikole, perbaikan jalan yang telah dinantikan selama bertahun-tahun menjadi kabar baik untuk mendukung aktivitas mereka. Infrastruktur yang lebih baik diharapkan dapat memberikan akses yang lebih aman dan nyaman sekaligus mendukung perkembangan ekonomi masyarakat sekitar.
DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong agar pembangunan infrastruktur diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Sebab, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya pada selesainya pekerjaan fisik, tetapi pada manfaat yang muncul setelahnya—ketika warga dapat bergerak lebih mudah, menjalankan aktivitas dengan lebih lancar, dan memanfaatkan akses tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan.

