Ibu kota Thailand, Bangkok, dilanda banjir besar setelah hujan deras mengguyur hampir tanpa henti sejak Kamis (24/9/2026). Pemerintah setempat kemudian menetapkan status bencana banjir di seluruh 50 distrik yang berada di wilayah Bangkok.
Dilansir AFP, Sabtu (26/9/2026), Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt mengatakan curah hujan yang mengguyur ibu kota Thailand telah mencapai hampir 300 milimeter sejak Kamis. Kondisi tersebut membuat sejumlah ruas jalan terendam dan air dari kanal-kanal meluap hingga masuk ke rumah serta restoran yang berada di sepanjang bantaran kanal.
Wilayah timur Bangkok disebut menjadi kawasan yang paling terdampak. Chadchart memperingatkan warga untuk mewaspadai hujan lanjutan karena sebagian besar kanal telah dipenuhi air. Warga juga diminta memindahkan kendaraan ke tempat yang lebih tinggi, sementara pasien yang terbaring di tempat tidur dan bergantung pada peralatan medis disarankan mempertimbangkan untuk sementara menjalani perawatan di rumah sakit.
Banjir kali ini mengingatkan warga Thailand pada bencana besar yang terjadi pada 2011. Saat itu, banjir melanda wilayah luas di Thailand dan menewaskan lebih dari 500 orang serta merusak jutaan rumah. Sejumlah warga Bangkok bahkan menilai banjir yang terjadi saat ini lebih parah dibandingkan bencana banjir 2011.


