BANDUNG — Kasus penyekapan dan penyiksaan sadis yang menimpa seorang wanita asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, berinisial YTR (29), terus bergulir dan mengungkap fakta baru yang mengejutkan. Pihak kepolisian membeberkan bahwa tersangka Taufik Hidayat (30), yang saat ini telah resmi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), ternyata memiliki rekam jejak kelam melakukan aksi kekerasan serupa di masa lalu.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil investigasi, pelaku diketahui pernah menyiksa mantan istrinya sendiri. Meski demikian, pihak kepolisian menyebutkan bahwa tingkat kekerasan yang dialami oleh mantan istri pelaku tersebut tidak sampai se-ekstrem yang diderita oleh korban YTR saat ini.
Terkait spekulasi di media sosial mengenai adanya korban-korban lain dari tindakan biadab Taufik Hidayat, Polda Jawa Barat menegaskan hingga saat ini belum menerima laporan resmi tambahan. Kepolisian masih membuka ruang dan menunggu jika ada masyarakat atau korban lain yang merasa pernah dirugikan oleh pelaku untuk segera melapor, meskipun sejauh ini penanganan hukum baru berfokus pada satu laporan resmi milik korban YTR.
Kasus ini sebelumnya memicu kemarahan luas dari berbagai pihak, termasuk Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Setelah menjenguk langsung kondisi YTR di RS Hasan Sadikin Bandung, pria yang akrab disapa KDM tersebut langsung menggelar sayembara personal dengan hadiah fantastis sebesar Rp250 juta menggunakan dana pribadinya. Hadiah tersebut akan diberikan tunai bagi siapapun warga masyarakat yang berhasil menangkap, menyerahkan, atau memberikan informasi akurat mengenai keberadaan Taufik Hidayat kepada aparat penegak hukum.
Langkah sayembara ini diambil sebagai bentuk keprihatinan mendalam atas kondisi fisik korban yang sangat memilukan akibat penyiksaan berpindah-pindah tempat yang diduga berlangsung sejak tahun 2023. Berdasarkan hasil visum medis, korban mengalami kebutaan di kedua matanya, kehilangan enam gigi depan, serta menderita luka parah di area wajah akibat hantaman benda tumpul. Guna meringankan beban keluarga, Pemprov Jabar juga telah memastikan akan menanggung seluruh biaya perawatan dan operasi rekonstruksi wajah korban hingga pulih.
Saat ini, kepolisian telah meluncurkan tim khusus gabungan untuk melacak dan meringkus Taufik Hidayat yang disinyalir terus berpindah tempat persembunyian. Pihak berwajib mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat yang mengenali wajah pelaku atau memiliki informasi valid terkait posisinya untuk segera menghubungi kantor polisi terdekat demi mempercepat proses hukum.


