Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Nusa Tenggara Barat, terus meluas. Setelah jalur pendakian Torean terdampak, kebakaran kini merembet ke kawasan jalur Senaru, Lombok Utara. Total areal yang terbakar diperkirakan mencapai 977,74 hektare, mencakup kawasan Bukit Sangkareang hingga Pelawangan Senaru.
Dampak kebakaran masih terlihat dari Pelawangan Sembalun. Dalam video yang direkam pendaki pada Minggu (27/9/2026), sejumlah bagian Bukit Stampol tampak menghitam akibat terbakar. Pada siang hari, area tersebut terlihat dipenuhi sisa abu, sedangkan ketika malam mulai tiba, beberapa titik masih tampak seperti bara yang menyala.
Kondisi tersebut dinilai berbahaya bagi pendaki yang nekat memasuki jalur Torean maupun Senaru yang saat ini telah ditutup akibat karhutla. Pendaki asal Lombok, Riko Ruliyarto, mengatakan dirinya bersama tim memilih jalur Sembalun dan masih dapat melihat dampak kebakaran dari Pelawangan Sembalun. Ia mengingatkan pendaki yang melintasi jalur Sembalun maupun Timbenuh untuk tidak merokok atau membawa benda yang berpotensi memicu api.
Riko khawatir kondisi cuaca kering dan angin kencang memicu munculnya titik api baru hingga menyebabkan jalur pendakian lainnya ikut ditutup. Kekhawatiran serupa disampaikan pendaki lain, Abduh, yang berharap para pendaki tidak membuang sampah sembarangan karena dapat memperbesar risiko kebakaran. Ia menilai kebakaran memang kerap terjadi saat musim kemarau, tetapi kali ini dampaknya lebih luas hingga membuat dua jalur pendakian Rinjani harus ditutup.


