Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei mengingatkan Amerika Serikat (AS), agar tak sembarang memulai perang. Menurutnya, tombol perang yang dipencet AS berisiko mencetuskan perang regional.
Khamenei yang hari ini bertemu dengan ribuan orang dalam perayaan 47 tahun Revolusi Iran mengatakan, AS kadang bicara tentang perang. AS menyatakan siap datang dengan kapal perang dan pesawat terbang.
“Itu bukan hal baru. Bangsa Iran tidak terpengaruh oleh pembicaraan semacam itu. Mereka (AS) seharusnya tidak mencoba mengintimidasi bangsa Iran dengan hal-hal seperti itu,” tegas Khamenei via X, Minggu (1/2/2026).
Khamenei menekankan, Iran bukanlah negara penggagas perang. Iran selalu berusaha untuk menindas dan menyerang negara mana pun.
“Tapi, siapa pun yang berusaha menyerang atau menyebabkan kerusakan akan menghadapi pukulan dahsyat dari bangsa Iran,” ujar Khamenei mengingatkan.
Isu Iran-AS
Bicara mengenai masalah antara AS dan Iran, Khamenei menyebut hal itu dapat diringkas dalam dua kata: AS ingin melahap Iran, namun bangsa Iran membentengi diri.
Kata Khamenei, Iran memiliki banyak daya tarik: kaya minyak, gas, dan mineral. Di samping memiliki lokasi geografis yang sangat menarik.
“AS ingin merebut kendali atas Iran, seperti dulu mereka pernah melakukannya,” papar Khamenei.
Khamenei membeberkan, selama lebih dari 30 tahun, AS hadir di Iran. Berbagai sumber daya – termasuk minyak -, politik, dan keamanan Iran dikendalikan AS.
“Sekarang, ketika cengkeramannya rusak, AS mencoba mencari jalan kembali. Tapi, bangsa Iran berdiri teguh untuk mencegahnya,” ujar Khamenei.
“Iran berdiri teguh dan akan terus berdiri teguh. Insya Allah, Iran akan mengakhiri kenakalan dan pelecehan Amerika Serikat,” tandasnya.


