Upaya menjaga agar industri tetap menjadi penggerak ekonomi daerah terus dilakukan DPRD Kabupaten Bandung Barat. Melalui peninjauan yang dilakukan Komisi IV ke PT Sipata Moda Indonesia di wilayah Batujajar, DPRD melihat langsung bagaimana aktivitas industri berjalan sekaligus memahami tantangan yang dihadapi di lapangan.
Perusahaan yang telah beroperasi sejak 2008 ini memproduksi berbagai kebutuhan sandang, mulai dari kerudung, pakaian, mukena, hingga pakaian anak dan jas hujan. Kehadirannya tidak hanya berkontribusi pada sektor industri, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Bahkan, perusahaan turut membangun kerja sama dengan sekolah tata busana untuk memberikan pelatihan sebelum tenaga kerja terserap, sehingga meningkatkan kesiapan dan keterampilan calon pekerja.
Di sisi lain, dinamika global turut memengaruhi aktivitas ekspor yang sebelumnya menjangkau pasar seperti Dubai. Kondisi ini menjadi perhatian bersama, karena stabilitas industri berkaitan erat dengan keberlanjutan lapangan kerja dan perputaran ekonomi di daerah.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat, Nur Djulaeha, menilai bahwa langkah perusahaan dalam membuka peluang kerja dan memperhatikan kesejahteraan karyawan patut diapresiasi. Program penghargaan bagi karyawan berprestasi, termasuk pemberian umroh, menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap sumber daya manusia.
Melalui peninjauan ini, DPRD mendorong agar sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku industri terus diperkuat. Tujuannya tidak hanya agar industri mampu bertahan di tengah tantangan, tetapi juga memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat—baik melalui perluasan lapangan kerja, peningkatan keterampilan tenaga kerja, maupun kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan pendekatan ini, keberadaan industri diharapkan tidak hanya menjadi aktivitas produksi semata, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pembangunan yang memberi nilai tambah bagi masyarakat luas.


