Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Sitorus membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Ketua DPR RI Puan Maharani yang disebut bakal menggantikan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden. Narasi tersebut muncul di tengah polemik sidang terkait ijazah Gibran di Mahkamah Konstitusi (MK).
Deddy menilai informasi yang menyeret nama Puan tersebut tidak benar dan justru berpotensi menggeser perhatian dari proses hukum yang sedang berlangsung di MK. Ia menyebut narasi tersebut sebagai upaya yang menurutnya diarahkan untuk memojokkan Puan dan PDI Perjuangan. Deddy meminta proses hukum terkait perkara ijazah Gibran tidak dicampur dengan isu politik yang tidak berkaitan.
Menurut Deddy, persoalan ijazah Gibran merupakan urusan para penggugat di MK dan tidak memiliki kaitan dengan Puan maupun PDI Perjuangan. Ia juga menduga munculnya narasi tersebut berkaitan dengan upaya pihak tertentu untuk memperoleh simpati publik dengan membawa nama Puan ke dalam polemik yang sedang berjalan.
Deddy menegaskan persoalan tersebut seharusnya diselesaikan melalui pembuktian di jalur hukum. Jika gugatan yang diajukan terbukti tidak benar, menurutnya perkara tersebut dapat diselesaikan melalui proses hukum tanpa perlu memunculkan narasi lain yang menyeret pihak berbeda. Ia pun meminta polemik ijazah Gibran tetap berfokus pada substansi perkara di MK.


