Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung mengamankan sejumlah terduga pelaku pengeroyokan maut di kawasan Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, Jawa Barat. Polisi kini memeriksa para terduga pelaku untuk mengungkap peran masing-masing dalam bentrokan yang menewaskan dua orang tersebut. Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, membenarkan penangkapan itu pada Selasa (27/10/2026). “Ya, sudah ada beberapa yang diamankan. Sedang dilakukan pemeriksaan untuk memastikan peran mereka dalam kejadian tersebut,” ujarnya.
Peristiwa berdarah itu terjadi pada Sabtu (24/10/2026) sore. Hingga kini, polisi masih mendalami rangkaian kejadian serta keterlibatan masing-masing pihak dalam bentrokan tersebut. Anton belum mengungkapkan jumlah pasti terduga pelaku yang telah diamankan karena proses pemeriksaan masih berlangsung. Pendalaman dilakukan untuk mengungkap secara jelas penyebab kerusuhan yang berujung pada hilangnya dua nyawa tersebut.
Salah satu korban meninggal dunia adalah FR (22), yang merupakan anak dari Nandang Juhari (46). Nandang menceritakan, anaknya saat itu sedang bekerja dan melihat temannya dibawa oleh sejumlah orang. FR kemudian mengikuti kejadian tersebut bersama teman-temannya. Nandang baru mengetahui peristiwa itu setelah pulang kerja dan mendapat kabar adanya keributan di Pasar Caringin. Saat tiba di lokasi, ia mendapati darah, tetapi anaknya sudah tidak berada di tempat kejadian perkara (TKP). Korban lainnya berinisial T (38), yang sempat dalam kondisi kritis sebelum akhirnya meninggal dunia.
Kematian FR meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Nandang mengaku terpukul kehilangan anak keduanya yang telah ia rawat sejak kecil. Ia juga mengungkapkan kekecewaannya atas peristiwa yang merenggut nyawa anaknya tersebut. Sementara itu, kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan terhadap para terduga pelaku untuk mengungkap motif, kronologi lengkap, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam pengeroyokan maut di Pasar Induk Caringin.


