Pro-Kontra Wacana Pergantian Nama Jawa Barat Jadi ‘Provinsi Sunda’ dan Sorotan Hari Tatar Sunda

Usulan pergantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda kembali mengemuka belakangan ini, namun langkah tersebut langsung memicu arus kritik dari masyarakat yang mempertanyakan urgensinya. Salah satu suara kritis datang dari Imam, seorang warga Kota Depok berusia 37 tahun. Memiliki akar kultural dan hidup di lingkungan Betawi, ia menilai pemilihan nama Sunda terkesan terlalu menonjolkan satu kesukuan tertentu. Menurutnya, Jawa Barat dihuni oleh masyarakat yang sangat majemuk, di mana wilayah seperti Depok, Bekasi, hingga kawasan Citayam di Kabupaten Bogor justru jauh lebih kental dengan budaya Betawi ketimbang Sunda. Ia pun mengkhawatirkan bagaimana nasib identitas suku-suku lain yang sudah lama menetap di Jawa Barat, seperti suku Batak, Melayu, dan lainnya, jika perubahan nama tersebut dipaksakan.

Imam menegaskan bahwa setiap kebijakan pemerintah yang berdampak luas harus didasari oleh kajian yang matang serta penjaringan aspirasi dari masyarakat maupun para ahli. Jika tujuannya hanya untuk penguatan identitas, ia merasa hal itu tidak perlu dilakukan melalui perubahan nama provinsi, melainkan cukup dengan fokus memperkuat pelestarian budaya yang sudah berjalan, seperti kewajiban menggelar kesenian Sunda di setiap acara pemerintah daerah.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Gilang Karyana, seorang warga Kabupaten Cianjur berusia 41 tahun. Meskipun dirinya merupakan etnis Sunda asli, Gilang mengaku agak keberatan dengan rencana pelekatan nama Sunda sebagai pengganti Jawa Barat karena dirasa terlalu memunculkan ego kesukuan. Bagi Gilang, penerapan nilai-nilai luhur filosofi Sunda, seperti sikap welas asih (kasih sayang), jauh lebih penting diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari daripada sekadar berkutat dan terkungkung dalam urusan formalitas identitas atau penamaan.

Wacana ini sendiri mulai mencuat setelah DPRD Jawa Barat melakukan audiensi dengan tim pengusul beberapa waktu lalu. Namun, Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa, segera menampik anggapan bahwa pertemuan tersebut merupakan bentuk persetujuan langsung dari para wakil rakyat. Ia mengklarifikasi bahwa kesepakatan yang diambil oleh fraksi-fraksi dalam audiensi tersebut barulah sebatas komitmen untuk membahas dan mengkaji usulan pergantian nama itu lebih lanjut.

Sebelum kehebohan mengenai pergantian nama ini muncul, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebenarnya telah menetapkan tanggal 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda. Sayangnya, kebijakan ini pun tidak lepas dari sorotan tajam karena dinilai lemah secara historis dan bertentangan dengan semangat efisiensi anggaran. Profesor Agus Aris Munandar, Guru Besar sekaligus Dosen Arkeologi Universitas Indonesia, menyatakan bahwa secara akademis tanggal tersebut memang kekurangan data yang valid. Berdasarkan sumber-sumber masa klasik, tidak ditemukan catatan otentik yang mencantumkan detail tanggal dan bulan terkait berdirinya Kerajaan Sunda.

Agus menilai beberapa rujukan yang digunakan, seperti naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (PRBN), catatan Tionghoa dari Dinasti Tang, serta Prasasti Kebon Kopi 2, memiliki kelemahan yang nyata. Naskah PRBN, misalnya, baru disusun pada awal abad ke-20 sehingga dinilai kurang logis jika dijadikan acuan utama untuk merekam peristiwa kuno pada abad ke-6 atau ke-7. Sementara itu, Prasasti Kebon Kopi 2 sama sekali tidak memuat angka tahun atau tarikh yang jelas. Kendati demikian, Agus menambahkan bahwa penentuan tanggal sejarah berdasarkan kesepakatan bersama sebenarnya sah-sah saja dilakukan, asalkan masyarakat Jawa Barat dan DPRD sepakat serta memiliki kebanggaan dalam menggunakannya. Ia juga meyakini bahwa tim ahli yang dilibatkan pemerintah tentu memiliki pertimbangan metode tersendiri dalam merumuskan tanggal tersebut.

Di sisi lain, kritik terhadap Hari Tatar Sunda juga datang dari sektor tata kelola pemerintahan. Sekretaris Jenderal Perkumpulan Inisiatif, Dadan Ramdan, mempertanyakan urgensi dari rangkaian perayaan hari tersebut yang digelar secara meriah dan mewah di berbagai wilayah Jawa Barat. Perayaan yang menghabiskan anggaran besar ini dinilai sangat kontradiktif dengan semangat penghematan anggaran yang tengah digalakkan. Dadan menyayangkan agenda tersebut karena terkesan hanya menjadi panggung pencitraan bagi Gubernur Dedi Mulyadi, padahal Jawa Barat masih didera berbagai persoalan mendasar yang membutuhkan penanganan serius.

Menurut Dadan, perayaan sebuah hari bersejarah semestinya bisa dilakukan secara sederhana tanpa harus menghambur-hamburkan dana. Ia pun mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk bersikap transparan mengenai sumber dan besaran anggaran yang digunakan. Jika pihak pemerintah mengklaim bahwa acara tersebut tidak menggunakan dana APBD, Dadan menegaskan bahwa asal-usul anggaran tersebut tetap harus dibuka dengan jelas kepada publik demi menjaga akuntabilitas dan sistem transparansi pemerintahan yang dapat dipertanggungjawabkan.

dewispin
dewaslot88
Perjalanan Baccarat dalam Transformasi Media Digital Mengubah Wajah Industri Hiburan
Baccarat Jadi Bagian Evolusi Platform Interaktif Transformasi Dunia Hiburan Digital
Observasi Teknologi Ungkap Pergeseran Narasi Permainan Baccarat dan Dampaknya bagi Pemain
Transformasi Media Bicara Perjalanan Baccarat Melalui Pengalaman Digital yang Mengubah Cara Pandang
Teknologi Kasino Online Mampu Mengolah Data Digital Berkat Perkembangan Perangkat Keras Dan Lunak
Perjalanan Platform Interaktif Mengubah Narasi Kasino Online dengan Perspektif Baru
Kebutuhan Terhadap Sistem Komputasi Kasino Online Semakin Meningkat Seiring Pesatnya Transformasi Digital
Komputasi Menjadi Salah Satu Fondasi Utama Yang Mendorong Kemajuan Teknologi Kasino Online Di Era Modern
Hampir Seluruh Aktivitas Kasino Online Saat Ini Memanfaatkan Sistem Komputasi Dalam Prosesnya
Jalur Pembayaran Yang Putus Setelah Cascading Pada Mahjongways Kasino Online Dibaca Dengan Teknik Ini
Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri