Video seorang tukang cukur di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang dimarahi karena belum memasang bendera Merah Putih viral di media sosial. Tukang cukur bernama Nurhidayat alias Kang Abuy itu kemudian bertemu dengan Camat Rancabungur Dita Aprilia untuk meluruskan persoalan. Dita menjelaskan, momen tersebut terjadi saat dirinya bersama perangkat kecamatan mendatangi tempat usaha Abuy di Desa Bantarkambing pada Jumat (7/8/2026) untuk menyosialisasikan pemasangan bendera dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI.
Menurut Dita, saat kunjungan tersebut dirinya memang mengimbau Abuy memasang bendera karena melihat tempat usahanya belum memasang Merah Putih. Namun, di sela kunjungan muncul perdebatan antara Abuy dan seseorang yang disebut Dita sebagai “teman media” terkait ucapan “belum merdeka”. Perdebatan itu kemudian terekam dan viral setelah Abuy terus dicecar mengenai alasan belum memasang bendera. Dita menegaskan pihak kecamatan tidak pernah berniat memaksa atau mengintimidasi Abuy. Imbauan tersebut, kata dia, merupakan bagian dari sosialisasi berdasarkan Surat Edaran Bupati Bogor melalui Bakesbangpol.
Dita juga membantah pihak kecamatan memerintahkan Abuy membuat video klarifikasi sambil memegang bendera dan menyampaikan permohonan maaf. Menurutnya, video tersebut dibuat tanpa sepengetahuan dirinya maupun pegawai kecamatan dan dilakukan setelah Abuy diminta oleh orang yang mengaku sebagai pihak media. Dita bahkan mengaku telah menegur orang tersebut karena cara menegur warga dinilai tidak tepat dan terlalu emosional. “Saya juga ke teman media saya yang itu cara menegur itu tidak seperti itu, jangan emosional yang kita hadapi itu kan warga masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Abuy membenarkan tidak pernah mendapat intimidasi dari pihak kecamatan maupun Satpol PP. Ia juga menegaskan dirinya tidak pernah menolak memasang bendera dan Merah Putih yang kini berkibar di depan tempat usahanya dipasang atas inisiatif sendiri. Abuy menjelaskan ucapan “belum merdeka” yang viral bukan berarti dirinya menganggap Indonesia belum merdeka, melainkan karena saat itu belum memasuki 17 Agustus. Ia juga menyebut istilah tersebut dalam konteks kehidupan ekonomi pribadi, seperti harga kebutuhan pokok, biaya bensin, jumlah pelanggan, dan penghasilan yang masih dirasa belum mencukupi. “Indonesia udah merdeka, tapi bagi saya, bagi diri saya sendiri itu belum,” kata Abuy.


