Yusril Minta DPR Cermat Susun RUU Perampasan Aset, Ingatkan Jangan Langgar Asas Keadilan

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah menyerahkan sepenuhnya proses penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset kepada DPR RI sebagai pengusul.

Menurut Yusril, pemerintah saat ini masih menunggu hingga DPR menyelesaikan draf RUU tersebut sebelum ikut membahasnya bersama legislatif.

“Pemerintah menunggu DPR menyelesaikan RUU inisiatifnya. Setelah draf siap, Presiden akan menunjuk menteri yang mewakili pemerintah untuk membahasnya bersama DPR hingga proses legislasi selesai,” kata Yusril, Rabu (15/7/2026).

Meski demikian, Yusril mengingatkan agar penyusunan RUU dilakukan secara hati-hati dengan tetap mengacu pada konstitusi. Ia menilai DPR perlu memperhatikan ketentuan dalam Pasal 28G ayat (1) dan Pasal 28D ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 yang berkaitan dengan perlindungan hak warga negara dan kepastian hukum.

Selain itu, ia menekankan agar materi RUU Perampasan Aset diselaraskan dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru sebagai pedoman dalam proses hukum pidana.

Yusril juga mengingatkan agar aturan yang disusun tidak membuka peluang terjadinya penyalahgunaan kewenangan atau abuse of power. Menurutnya, penyitaan aset hanya bertujuan untuk mengamankan barang bukti selama proses hukum berlangsung, sedangkan perampasan aset seharusnya dilakukan setelah adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Ia menjelaskan, apabila terdakwa dinyatakan bersalah, aset yang telah disita dapat dirampas untuk negara melalui mekanisme eksekusi putusan pengadilan. Sebaliknya, jika terdakwa terbukti tidak bersalah, aset tersebut wajib dikembalikan kepada pemiliknya.

Yusril menilai penerapan perampasan aset sebelum adanya putusan pengadilan dapat menimbulkan persoalan hukum, terutama jika aset berupa uang telah masuk ke kas negara, sementara terdakwa kemudian dinyatakan tidak bersalah.

Karena itu, ia meminta DPR menyusun RUU Perampasan Aset secara cermat agar tidak bertentangan dengan prinsip keadilan, kepastian hukum, maupun perlindungan hak asasi manusia (HAM).

Sementara itu, Komisi III DPR RI memastikan pembahasan RUU Perampasan Aset terus dilakukan. Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menegaskan pihaknya berkomitmen menyelesaikan pembahasan rancangan undang-undang tersebut secara maksimal.

Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Habiburokhman membantah anggapan bahwa DPR menghambat pembahasan RUU tersebut.

Menurutnya, Komisi III justru secara rutin menggelar pembahasan dengan melibatkan berbagai kalangan, termasuk para praktisi hukum dan advokat, untuk memberikan masukan terhadap substansi aturan yang sedang disusun.

Ia menjelaskan, keterlibatan banyak pihak diperlukan karena RUU Perampasan Aset merupakan rancangan undang-undang baru yang menghadirkan konsep dan mekanisme hukum yang belum pernah diatur secara khusus dalam regulasi sebelumnya.

Habiburokhman berharap seluruh masukan yang diterima dapat menghasilkan regulasi yang efektif dalam mendukung pemberantasan tindak pidana, sekaligus tetap menjamin kepastian hukum dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam