PADALARANG, Guna merespons keluhan masyarakat terkait kepadatan lalu lintas yang semakin meningkat, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan peninjauan langsung ke area Stasiun Kereta Cepat Whoosh Padalarang.
Peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III beserta jajaran anggota, dengan fokus utama memetakan titik-titik krusial yang menjadi penyebab kemacetan di sepanjang jalan akses menuju stasiun moda transportasi modern tersebut.
Menurut pantauan di lokasi, lonjakan volume kendaraan, terutama pada jam sibuk (peak hours) dan akhir pekan, kerap memicu antrean panjang yang berimbas pada terganggunya mobilitas warga lokal serta para penumpang kereta cepat.
Dalam peninjauan tersebut, Komisi III KBB menyoroti beberapa faktor utama penyebab tersendatnya arus lalu lintas. Di antaranya adalah penyempitan jalur (bottleneck), kurang optimalnya manajemen rekayasa lalu lintas di persimpangan utama, serta aktivitas bongkar muat penumpang (drop-off) kendaraan umum maupun pribadi yang belum tertata rapi.
“Keberadaan Stasiun Whoosh Padalarang ini adalah kebanggaan dan magnet ekonomi yang besar bagi Bandung Barat. Namun, kita tidak boleh menutup mata bahwa infrastruktur pendukung, khususnya akses jalan eksternal, harus seimbang dengan kecanggihan transportasinya. Kenyamanan warga lokal dan pengguna kereta cepat harus sama-sama terpenuhi,” ujar perwakilan Komisi III DPRD KBB di sela-sela peninjauan.
Sebagai tindak lanjut dari temuan di lapangan, Komisi III KBB menegaskan akan segera mengundang pihak-pihak terkait untuk duduk bersama dalam forum rapat kerja. Pihak yang akan dipanggil antara lain Dinas Perhubungan (Dishub) KBB, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta manajemen PT KCIC selaku pengelola Whoosh.


