BANDUNG – Suasana panas menyelimuti Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat dalam beberapa hari terakhir. Ratusan orang tua siswa mendatangi kantor tersebut sejak Senin (8/6/2026) untuk meluapkan kekecewaan terkait kendala sistem Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026 yang dinilai kacau.
Keresahan para orang tua berakar dari berbagai hambatan teknis di Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Banyak pelamar mengeluhkan akun mereka yang tidak kunjung terverifikasi. Selain itu, peserta yang dinyatakan tidak lolos seleksi jalur khusus “Sekolah Maung” pun mengalami kebuntuan saat hendak beralih ke jalur reguler, lantaran sistem yang tidak dapat diakses (login).
Salah satu orang tua, Suheli Syarif, mengaku frustrasi karena putranya tidak bisa melanjutkan pendaftaran ke jalur reguler setelah gagal di Sekolah Maung. “Sampai sekarang kami tidak bisa login ke sistem PCMB,” ujarnya saat berada di lokasi.
Merespons situasi tersebut, Dedi Mulyadi turun langsung ke lapangan untuk menemui para orang tua dan melakukan evaluasi internal. Dedi menyoroti ketidaksiapan sistem dan mempertanyakan kompetensi pihak pengelola yang menangani infrastruktur teknologi pendaftaran tersebut.
Tak berselang lama, Dedi mengambil keputusan tegas dengan menonaktifkan Kepala UPTD Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Disdik Jabar, Suhendar.
Dedi menekankan bahwa seharusnya seluruh aplikasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dikelola secara terpusat oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) agar tidak terjadi pengembangan sistem yang tumpang tindih.
“Seharusnya aplikasi pemerintah itu terintegrasi di Diskominfo, bukan dikembangkan terpisah-pisah,” tegas Dedi.
Sebagai langkah konkret untuk memperbaiki sistem agar pelayanan kembali normal, pengelolaan SPMB resmi dialihkan ke Diskominfo Jabar. Dedi pun menunjuk Kepala Bidang e-Government Diskominfo Jabar, Mark Aditya, sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala UPTD Tikomdik guna membenahi sistem pendaftaran yang sempat bermasalah tersebut.


