Wilayah perairan Laut Sulawesi kembali mengalami aktivitas seismik pada Rabu (10/6/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,0 terjadi tepat pada pukul 08.54 WIB. Berdasarkan hasil analisis terbaru, titik pusat gempa berada di laut pada koordinat 5,59° LU dan 125,28° BT, atau sekitar 220 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman hiposenter 54 kilometer.
Para ahli dari BMKG menjelaskan bahwa gempa ini tergolong sebagai gempa bumi dangkal yang dipicu oleh proses subduksi lempeng. Mekanisme sumber gempa tersebut diidentifikasi memiliki pola pergerakan geser-naik atau yang sering disebut sebagai oblique thrust. Getaran akibat peristiwa ini dirasakan oleh warga di Kepulauan Marore, Kepulauan Sangihe, serta Miangas, Kepulauan Talaud dengan intensitas skala III MMI. Sementara itu, di wilayah Kendahe, Kepulauan Sangihe, guncangan terasa sedikit lebih ringan pada skala intensitas II hingga III MMI.
Meskipun guncangan cukup terasa, pihak BMKG menegaskan bahwa sejauh ini tidak ditemukan adanya laporan kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa di lokasi tersebut. Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang karena hasil pemodelan menunjukkan bahwa peristiwa ini tidak menimbulkan potensi tsunami.
Perlu dicatat bahwa gempa ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas susulan yang terus terjadi sejak gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 melanda Mindanao, Filipina, pada Senin lalu. Data pemantauan BMKG hingga pukul 09.10 WIB hari ini mencatat sudah ada sebanyak 218 kali gempa susulan yang terjadi di kawasan tersebut, dengan magnitudo terbesar mencapai 6,7. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan hanya mengikuti arahan serta informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG.


