Selama ini, obesitas lebih sering dikaitkan dengan risiko diabetes dan penyakit jantung. Padahal, kelebihan berat badan, terutama penumpukan lemak di perut (obesitas sentral), adalah musuh utama kesehatan hati. Kondisi ini memicu Metabolic Dysfunction-Associated Steatotic Liver Disease (MASLD), yakni penumpukan lemak berlebih di hati akibat gangguan metabolisme.
Prof. Rino Alvani Gani, Sp.PD-KGEH, spesialis gastroenterologi dan hepatologi, menjelaskan bahwa MASLD seringkali tidak bergejala di tahap awal. Jika dibiarkan, tumpukan lemak ini bisa berkembang menjadi MASH—kondisi yang lebih parah karena sudah melibatkan peradangan dan kerusakan sel hati. “Ini adalah spektrum penyakit yang serius; jika tidak dikelola, bisa berujung pada fibrosis, sirosis, gagal hati, hingga kanker hati,” ungkapnya.
Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan tantangan besar di tanah air dengan angka obesitas orang dewasa mencapai 23,4 persen dan obesitas sentral sebesar 36,8 persen. Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, bahkan menjuluki obesitas sebagai ‘mother of all chronic diseases’ karena dampaknya yang memicu berbagai komplikasi kronis.
Pakar penyakit dalam konsultan metabolik, dr. Dicky Levenus Tahapary, Sp.PD-KEMD, PhD, menegaskan bahwa obesitas adalah kondisi medis kompleks yang memerlukan penanganan komprehensif, bukan sekadar soal niat atau kemauan. Lemak viseral atau lemak di area organ dalam terbukti memicu resistensi insulin dan peradangan sistemik yang merusak organ vital.
Tujuan utama pengobatan obesitas bukan sekadar angka di timbangan, melainkan perbaikan kesehatan metabolik jangka panjang. Saat ini, pendekatan medis, termasuk terapi berbasis GLP-1, kini menjadi opsi untuk membantu pasien mencapai penurunan berat badan yang berkualitas.
Para ahli kompak berpesan agar masyarakat tidak menyepelekan berat badan berlebih. Deteksi dini dan konsultasi ke tenaga medis adalah langkah krusial untuk mencegah komplikasi fatal di masa depan. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, inisiatif edukasi seperti situs NovoCare.id dapat menjadi rujukan awal untuk memahami obesitas sebagai penyakit kronis yang bisa ditangani.


