Pasca-gempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6/2026), aktivitas seismik di lokasi tersebut masih terus berlanjut. Hingga Rabu (17/6/2026), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat telah terjadi 118 kali gempa susulan. Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa rentetan gempa tersebut mencakup guncangan yang terasa maupun yang tidak dirasakan oleh masyarakat luas.
Berdasarkan data resmi, gempa utama dengan kedalaman 10 kilometer ini berpusat di daratan. Musibah ini mengakibatkan satu orang warga Kabupaten Sigi meninggal dunia, sementara 13 orang lainnya menderita luka berat. Menanggapi kepanikan masyarakat terkait beredarnya video amatir mengenai fenomena air laut surut, Abdul Muhari menegaskan bahwa hal tersebut hanyalah fenomena pasang surut air laut yang normal dan tidak ada kaitannya dengan gempa. Mengingat titik pusat gempa berada di darat, ia memastikan bahwa peristiwa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Abdul Muhari atau yang akrab disapa Aam ini menjelaskan bahwa banyaknya gempa susulan merupakan proses alami pelepasan sisa energi dari gempa utama. Secara teknis, magnitudo gempa susulan cenderung semakin mengecil seiring berjalannya waktu. Meskipun intensitasnya cukup sering, hal ini adalah bagian dari proses peluruhan energi yang normal, namun masyarakat memang masih akan merasakan getaran-getaran susulan tersebut.
BMKG melaporkan bahwa pusat gempa utama berada pada koordinat 1,04 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur, yang getarannya terasa hingga ke wilayah Sulawesi Barat. Meski kantor Bupati Sigi dipastikan tidak runtuh, BNPB tetap mengimbau warga agar waspada terhadap potensi keretakan atau kerusakan struktur bangunan akibat guncangan awal. Masyarakat diminta untuk tetap tenang, tidak termakan informasi yang tidak jelas sumbernya, serta selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari kanal-kanal resmi BNPB maupun BMKG. Hingga saat ini, BMKG mencatat setidaknya sembilan gempa susulan yang cukup signifikan dengan magnitudo bervariasi antara 3,5 hingga 4,6.


