Ratusan warga di Kecamatan Padalarang dan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, terdeteksi mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan debu kapur. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung Barat pada 25–31 Juli 2026, ditemukan ratusan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga warga yang berstatus suspek tuberkulosis (TBC). Pemeriksaan tersebut menyasar masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan yang diduga terdampak aktivitas pengolahan batu kapur.
Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Bandung Barat, Lia N. Sukandar, mengatakan sebanyak 2.870 warga mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari total 2.974 kunjungan yang tercatat. Pemeriksaan melibatkan empat puskesmas, yakni Puskesmas Sumurbandung, Jayamekar, Tagogapu, dan Cipatat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.772 warga menjalani pemeriksaan rontgen dada untuk mendeteksi kemungkinan gangguan pada paru-paru akibat paparan debu.
Hasil pemeriksaan menunjukkan sebanyak 378 warga masuk kategori suspek TBC. Dari jumlah itu, 304 orang telah menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) guna memastikan diagnosis. Selain itu, Dinkes juga mencatat 267 warga mengalami ISPA dan 25 orang lainnya terindikasi sebagai suspek Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), sehingga seluruh kasus tersebut akan terus dipantau melalui pemeriksaan lanjutan.
Dinkes Bandung Barat juga menemukan faktor risiko lain yang berpotensi memperburuk kondisi kesehatan masyarakat. Sebanyak 549 warga yang menjalani pemeriksaan diketahui merupakan perokok aktif. Kebiasaan tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko gangguan paru-paru sekaligus memperparah dampak paparan debu kapur terhadap sistem pernapasan. Pemerintah pun terus melakukan pemantauan kesehatan warga sembari menindaklanjuti dugaan pencemaran udara di kawasan tersebut.


