Tiga orang yang berada di dalam mobil Toyota Alphard yang viral karena menerobos lampu merah dan terlibat cekcok dengan seorang satpam di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, dipastikan merupakan oknum anggota Polda Jawa Barat. Kepastian tersebut disampaikan Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu usai proses mediasi antara kedua belah pihak yang berlangsung di Polsek Menteng pada Jumat (24/7/2026) malam. Menurut Braiel, mediasi berlangsung sekitar enam jam lantaran masing-masing pihak menyampaikan kronologi dan klarifikasi terkait insiden yang sempat menjadi sorotan publik tersebut.
Kuasa hukum satpam bernama Fiktor Hareva, Wiradarma Hareva, mengungkapkan bahwa dalam mediasi tersebut ketiga oknum mengakui status mereka sebagai personel kepolisian sekaligus mengakui kesalahan karena telah menerobos lampu merah. Wiradarma juga menyebut kliennya sempat mengalami tindakan intimidatif di Pos Polisi Bundaran HI, seperti diperintahkan melakukan push-up, diancam akan kehilangan pekerjaan hingga membuat Fiktor mengaku ketakutan dan bersujud memohon maaf. Meski demikian, ia menegaskan tidak ada kekerasan fisik yang dialami kliennya selama insiden berlangsung.
Hasil mediasi akhirnya menghasilkan kesepakatan damai antara kedua belah pihak. Namun, penyelesaian secara kekeluargaan tersebut tidak menghentikan proses hukum yang berjalan. Kapolsek Metro Menteng memastikan dugaan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengemudi Toyota Alphard tetap akan diproses oleh Subdirektorat Penegakan Hukum (Gakkum) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sesuai ketentuan yang berlaku.
Insiden ini bermula pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 12.11 WIB ketika mobil Toyota Alphard hitam diduga menerobos lampu merah di pelican crossing Bundaran HI saat pejalan kaki mulai menyeberang menuju Halte TransJakarta. Rekaman CCTV yang kemudian viral di media sosial memperlihatkan kendaraan tersebut tetap melaju di lajur kanan hingga nyaris bersinggungan dengan para pejalan kaki. Seorang satpam kemudian menghentikan dan menegur pengemudi, namun teguran tersebut justru berujung perselisihan yang akhirnya menjadi perhatian luas masyarakat.


