Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gunungmasigit di Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, menjadi salah satu sekolah yang terdampak sebaran debu kapur diduga berasal dari aktivitas sejumlah pabrik pengolahan kapur di kawasan tersebut. Meski lokasi industri tidak berada tepat di sekitar sekolah, embusan angin saat musim kemarau membuat debu beterbangan hingga mengotori lingkungan sekolah. Kondisi ini dinilai mengganggu kenyamanan kegiatan belajar mengajar sekaligus berpotensi mengancam kesehatan siswa dan tenaga pendidik.
Guru SDN Gunungmasigit, Yayan Suryana, mengatakan fenomena tersebut terjadi hampir setiap musim kemarau. Menurutnya, debu tidak hanya berasal dari aktivitas industri pengolahan kapur, tetapi juga dari jalanan yang kering sehingga mudah terbawa angin. Ia mengungkapkan, meski belum ada laporan gangguan kesehatan serius dari siswa maupun guru, kondisi tahun ini terasa lebih buruk dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena musim kemarau berlangsung lebih panjang. Keberadaan pepohonan di sekitar sekolah memang membantu menahan debu, namun belum mampu mengatasi kondisi secara maksimal.
Selain mengganggu aktivitas belajar, debu yang terus beterbangan juga dikhawatirkan berdampak pada kesehatan warga sekolah jika terus terpapar dalam jangka panjang. Karena itu, pihak sekolah berharap Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, khususnya Dinas Kesehatan, dapat kembali menyediakan masker bagi siswa dan guru seperti yang pernah dilakukan saat pandemi Covid-19. Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya pencegahan selama kondisi debu masih tinggi di musim kemarau.
Tak hanya menghadapi persoalan debu, SDN Gunungmasigit juga mulai mengalami krisis air bersih akibat kemarau berkepanjangan. Pasokan air yang biasanya masih tersedia pada periode yang sama di tahun lalu kini mulai sulit diperoleh. Pihak sekolah khawatir apabila musim kemarau terus berlanjut, kondisi lingkungan belajar akan semakin memburuk. Mereka pun berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, baik untuk mengurangi dampak debu industri maupun membantu pemenuhan kebutuhan air bersih agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan aman dan nyaman.


