Suasana Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, terpantau ramai pada Sabtu (22/8/2026), dengan arus kendaraan didominasi sepeda motor, minibus, bus, hingga truk yang melintas di kedua jalur. Ruas jalan protokol ini terbagi menjadi jalur lambat dan jalur cepat, dengan aturan sepeda motor dilarang melintas di jalur cepat kecuali saat melakukan putar arah di area u-turn. Namun, di tengah padatnya arus kendaraan, aktivitas penyeberangan pejalan kaki masih menjadi persoalan. Kondisi tersebut kembali menjadi sorotan setelah dua siswi SMKN 9 Bandung ditabrak pengendara motor yang juga masih berstatus pelajar di depan Kantor ATR/BPN, Kecamatan Buahbatu, Jumat (21/8).
Pantauan di lokasi menunjukkan pejalan kaki harus ekstra hati-hati ketika menyeberangi jalur cepat yang dipadati kendaraan dengan kecepatan tinggi. Sejumlah warga mengaku kesulitan mencari celah untuk menyeberang, terutama pada jam-jam sibuk. Dini (37), salah seorang warga, berharap pemerintah segera membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di titik tersebut demi meningkatkan keselamatan. “Harus ada JPO biar para pejalan kaki aman saat melintas di jalan ini,” kata Dini. Menurutnya, keberadaan sejumlah sekolah menengah di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta membuat kebutuhan fasilitas penyeberangan semakin mendesak agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Warga lainnya, Nurdin (51), juga menilai pembangunan JPO menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat yang setiap hari harus menyeberangi jalan tersebut. Ia mengatakan kondisi akan semakin berbahaya pada malam hari karena penerangan yang dinilai belum memadai sehingga keberadaan pejalan kaki sulit terlihat oleh pengendara. “Apalagi di malam hari, bahaya banget, makanya harus ada JPO juga, supaya pejalan kaki aman saat hendak menyeberang,” ujarnya. Saat ini, sepanjang Jalan Soekarno-Hatta yang membentang dari kawasan Bundaran Cibiru hingga perbatasan Kota Cimahi, baru terdapat satu JPO, yakni di kawasan Margahayu Raya atau yang dikenal sebagai Metro.
Menanggapi keresahan warga, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan sebelumnya memastikan Pemkot Bandung akan menambah fasilitas penyeberangan di ruas jalan tersebut. Dua JPO direncanakan dibangun di depan SMKN 7 dan SMKN 9 Bandung. “Untuk JPO, yang pasti akan ditambah oleh Pemerintah Kota Bandung ada dua, yaitu di depan SMKN 7 dan SMKN 9. Itu sudah pasti akan dibangun,” ujar Farhan. Rencana pembangunan tersebut diharapkan dapat memberikan akses penyeberangan yang lebih aman, khususnya bagi pelajar dan masyarakat yang beraktivitas di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, sekaligus menekan risiko kecelakaan di ruas jalan yang dikenal memiliki arus lalu lintas padat dan berkecepatan tinggi.


