Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan keprihatinan atas kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kebakaran tersebut menghanguskan sementara 129 rumah adat Sasak dan menyebabkan 320 warga harus dievakuasi. Widiyanti menegaskan keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas pemerintah saat ini.
“Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam kepada seluruh masyarakat Kampung Adat Sade yang terdampak. Paling penting saat ini adalah memastikan warga dalam kondisi aman dan kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi,” kata Widiyanti, dilansir detikBali, Minggu (23/8/2026). Ia juga memastikan pemerintah akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait penanganan dan masa depan Desa Adat Sade setelah kebakaran.
Widiyanti telah meminta Poltekpar Lombok untuk bergerak membantu warga terdampak, termasuk menyiapkan dapur umum. Bantuan tersebut akan dilakukan secara terkoordinasi dengan pemerintah daerah sambil menunggu arahan Forkopimda Kabupaten Lombok Tengah. Saat ini, proses evakuasi warga, penyediaan tempat penampungan sementara, serta pembersihan puing-puing rumah yang terbakar masih berlangsung.
Menurut Widiyanti, pemerintah berkomitmen membangun kembali Desa Adat Sade yang terdampak kebakaran. Ia menilai Sade bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga merupakan rumah bagi masyarakat sekaligus ruang hidup budaya Sasak yang memiliki nilai penting bagi pariwisata Indonesia. “Sade bukan sekadar destinasi wisata. Sade adalah rumah masyarakat, ruang hidup budaya Sasak, sekaligus bagian penting dari kekayaan pariwisata Indonesia,” ujarnya.


