Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkap alasan di balik dihentikannya sementara program Car Free Day (CFD) Dago, CFD Buah Batu, dan Braga Bebas Kendaraan (Braga Beken). Farhan menyebut ketiga program tersebut menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sehingga Pemerintah Kota Bandung kini melakukan kajian mendalam sebelum memutuskan apakah kegiatan tersebut dapat kembali digelar.
Temuan BPK berkaitan dengan penggunaan anggaran pada 2025. Saat itu, Dinas Perhubungan Kota Bandung mengalokasikan sekitar Rp2,7 miliar untuk kebutuhan belanja jasa ketenteraman dalam pelaksanaan CFD dan Braga Beken. Namun, anggaran tersebut kemudian digunakan untuk membayar personel non-ASN. Penggunaan anggaran itu dinilai belum memiliki dasar hukum yang memadai karena pelaksanaan CFD dan Braga Beken turut membebani keuangan daerah.
Farhan mengatakan pihaknya harus memastikan seluruh pelaksanaan kebijakan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Tapi karena ada temuan dari BPK ini, maka semuanya jadi ragu-ragu dan takut. Maka saya akan berusaha melihat dulu bagaimana sebetulnya argumen yang ada di belakang itu semuanya,” ujar Farhan saat ditemui di Balai Kota Bandung, Rabu (26/8/2026). Ia menegaskan, Pemkot Bandung tidak ingin kembali menjalankan program sebelum persoalan administrasi dan dasar hukumnya benar-benar jelas.
Meski begitu, Farhan memastikan CFD Dago, CFD Buah Batu, dan Braga Beken berpeluang kembali digelar setelah persoalan tersebut diselesaikan. Menurutnya, program itu memberikan manfaat bagi masyarakat dengan menyediakan ruang publik untuk berinteraksi sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM. Sementara Braga Beken yang selama ini digelar setiap Sabtu dan Minggu memberikan kesempatan kepada warga menikmati kawasan Jalan Braga tanpa gangguan kendaraan bermotor.


