Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meminta petugas gabungan kembali melakukan pemadaman setelah menemukan kepulan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali muncul di kawasan dekat Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Asap putih terlihat meninggi saat Raja Juli melakukan peninjauan di sekitar dua titik dekat Bukit Tengkorak, Senin. Melihat kondisi tersebut, Menhut langsung meminta Manggala Agni, TNI, dan Polri kembali turun ke lokasi untuk memastikan api tidak meluas.
“Nyala lagi, Manggala Agni mana, turun lagi ajak teman-temannya yang lain. Berasap lagi. Tolong dikoordinasikan turun lagi, Manggala Agni Kemenhut, TNI, Polri. Cari jalan yang paling dekat,” ujar Raja Juli. Peninjauan kawasan tersebut dilakukan bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono. Ketiganya melihat langsung kondisi kawasan yang sebelumnya telah menjadi salah satu lokasi penanganan karhutla.
Setelah melihat asap kembali muncul, rombongan menghentikan perjalanan untuk memeriksa kondisi di sekitar titik tersebut. Sejumlah personel Manggala Agni Kementerian Kehutanan, TNI, dan Polri yang berada di sekitar lokasi kemudian dikerahkan kembali. Petugas diminta mencari jalur paling dekat menuju titik api agar proses pemadaman bisa segera dilakukan. Raja Juli menilai api yang masih kecil harus langsung ditangani agar tidak berkembang dan menyebar ke wilayah yang lebih luas. Selain pemadaman dari darat, operasi udara juga dilakukan menggunakan helikopter untuk melakukan water bombing.
Raja Juli juga meminta Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) wilayah Kalimantan, Yudo Shekti Mustiko, terus memantau kondisi titik api. Menhut menekankan agar petugas kembali melakukan pemadaman selagi api masih kecil. Yudo menjelaskan lokasi tersebut sebelumnya telah dilakukan pemadaman, namun personel tetap disiagakan untuk mengantisipasi munculnya kembali api atau bara yang belum sepenuhnya padam. Di tingkat nasional, pemantauan hingga 12 September 2026 mencatat 567 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, turun 121 titik dibandingkan sehari sebelumnya. Meski mengalami penurunan, karhutla masih perlu diwaspadai, terutama di wilayah seperti Kalimantan Tengah yang mencatat 197 hotspot dan Kalimantan Barat sebanyak 91 titik.


