Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta perusahaan industri semen menyesuaikan tonase kendaraan angkut dengan daya dukung jalan provinsi yang dilintasi. Jika kendaraan membawa muatan melebihi kemampuan jalan, perusahaan diminta mengurangi beban angkutan atau membangun jalan sendiri yang sesuai dengan kebutuhan industrinya. Pemprov Jawa Barat juga telah menerbitkan surat edaran sebagai penegasan aturan tersebut kepada seluruh industri semen di Jawa Barat.
Dedi mengatakan kendaraan industri tidak bisa digunakan dengan muatan besar jika kondisi jalan provinsi tidak mampu menanggung beban tersebut. Perusahaan yang tetap ingin menggunakan kendaraan bertonase besar harus menyesuaikan jumlah material atau barang produksi yang diangkut agar tidak melampaui kapasitas jalan. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga kondisi infrastruktur jalan yang digunakan bersama oleh masyarakat.
Pilihan lainnya, perusahaan dapat membangun jalan sendiri apabila membutuhkan jalur yang mampu menahan kendaraan dengan tonase besar. Jalan tersebut harus dibuat dengan spesifikasi dan kekuatan yang sesuai dengan kebutuhan operasional industri. Dengan demikian, aktivitas pengangkutan material tetap dapat berjalan tanpa memberikan beban berlebih terhadap jalan provinsi yang dibangun dan dibiayai melalui anggaran pemerintah.
Selain meminta industri menyesuaikan tonase kendaraan, Dedi juga mengajak masyarakat ikut mengawasi pembangunan infrastruktur di Jawa Barat. Pengawasan dapat dilakukan terhadap kualitas pekerjaan, teknis pelaksanaan, serta kesesuaian pembangunan dengan rencana dan anggaran yang telah ditetapkan. Dedi mengingatkan bahwa infrastruktur tersebut dibangun menggunakan anggaran yang bersumber dari pajak masyarakat sehingga perlu dijaga dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat hingga generasi mendatang.


