Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan akan berkomunikasi langsung dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait penghentian sementara proyek data center BDX di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Rosan menyampaikan hal tersebut setelah kembali dari kunjungan kerja ke Jepang dan menyebut masih perlu mendapatkan laporan lebih lengkap mengenai persoalan proyek tersebut.
Proyek data center BDX memiliki nilai investasi sekitar Rp3,5 triliun. Pembangunannya berada di atas lahan seluas 8.000 meter persegi dengan kawasan pengembangan mencapai 11 hektare, serta memiliki kapasitas daya listrik hingga 120 megawatt (MW) dan dapat dikembangkan hingga 640 MW.
Pemprov Jabar sebelumnya membenarkan penghentian sementara pembangunan karena sejumlah persyaratan, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), masih dalam proses. Kepala Diskominfo Jabar Adi Komar mengatakan Pemprov Jabar tetap mendukung investasi tersebut, tetapi pembangunan harus memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku.
Selain persoalan perizinan, kebutuhan air untuk operasional data center juga menjadi perhatian. Pemprov Jabar menyebut hasil pengecekan bersama pihak BDX, Perum Jasa Tirta, dan PDAM Kabupaten Purwakarta menunjukkan proyek tersebut tidak akan mengganggu pasokan air bagi masyarakat maupun pertanian. Namun, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meminta kebutuhan air proyek dipastikan tidak mengurangi alokasi untuk sektor pertanian, terutama jika kebutuhan air meningkat hingga sekitar 384 liter per detik atau 33.000 meter kubik per hari.


