Rencana pembangunan pusat data berbasis Artificial Intelligence (AI) milik BDx di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menjadi perhatian karena kebutuhan airnya yang cukup besar. Kebutuhan air tersebut diperkirakan mencapai 33.000 meter kubik atau 33 juta liter per hari jika seluruh fasilitas beroperasi sesuai kapasitas yang direncanakan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut menyoroti ketersediaan air untuk proyek tersebut. Ia mengatakan kebutuhan air harus diperhitungkan sejak awal, termasuk dampaknya terhadap masyarakat dan sektor pertanian. Berdasarkan informasi yang diterimanya, kebutuhan air pusat data dapat mencapai sekitar 384 liter per detik, sementara pada tahap awal diperkirakan sekitar 6.000 meter kubik per hari dan meningkat seiring pengembangan fasilitas.
Sorotan terhadap kebutuhan air semakin besar karena Waduk Jatiluhur memiliki peran penting dalam penyediaan air untuk berbagai kebutuhan di Jawa Barat. Waduk tersebut juga memiliki riwayat menghadapi kondisi kekeringan saat musim kemarau, dengan kondisi yang cukup parah tercatat pada 2019 dan 2023, meski waduk tidak pernah benar-benar kering tanpa air.
Waduk Jatiluhur berada di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, dan membendung aliran Sungai Citarum. Waduk ini merupakan bagian dari sistem tiga bendungan kaskade Citarum bersama Waduk Cirata dan Saguling. Kondisi ketersediaan air di Jatiluhur tidak hanya dipengaruhi curah hujan di Purwakarta, tetapi juga bergantung pada pengelolaan air dari wilayah hulu Sungai Citarum.


