Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung mengimbau masyarakat Jawa Barat untuk meningkatkan perlindungan kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan. Imbauan ini menyusul suhu udara yang mencapai 35 derajat Celsius pada pertengahan Oktober 2026. Prakirawan BMKG Bandung, Iid Mujtahiddin, menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi posisi gerak semu matahari yang berada di selatan ekuator serta minimnya tutupan awan, sehingga radiasi matahari mencapai permukaan bumi secara maksimal.
BMKG mengingatkan masyarakat agar melindungi tubuh dari paparan panas dan radiasi ultraviolet (UV), terutama selama musim kemarau. Iid menyarankan warga menggunakan tabir surya, topi, atau jaket pelindung ketika beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, masyarakat diminta memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi, tubuh lemas, hingga kelelahan akibat panas (heat exhaustion).
Menurut Iid, suhu udara di Jawa Barat diperkirakan masih berfluktuasi sepanjang Oktober. Suhu berpotensi menurun ketika pertumbuhan awan hujan meningkat secara signifikan. Meski demikian, masyarakat tetap perlu mengantisipasi dampak cuaca panas dan kering yang dapat memengaruhi kesehatan maupun meningkatkan risiko kebakaran di lingkungan sekitar.
Selain menjaga kesehatan, BMKG mengimbau warga tidak membakar sampah sembarangan karena api dapat dengan cepat merembet dan memicu kebakaran permukiman maupun lahan. Masyarakat juga diminta memantau perkembangan cuaca dan iklim melalui kanal resmi infoBMKG agar dapat mengantisipasi perubahan kondisi cuaca dan mengurangi risiko yang ditimbulkan.


