-
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 11,4 persen pada perdagangan Jumat (16/10/2026), memicu kekhawatiran terhadap kondisi perekonomian masyarakat. Tekanan pasar terjadi setelah penyedia indeks global MSCI membuka konsultasi terkait usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Aksi jual besar-besaran pun terjadi hingga Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menghentikan perdagangan sementara setelah IHSG turun 8,01 persen atau 469,86 poin ke level 5.393,92 pada pembukaan.
Pengamat Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Aknolt Kristian Pakpahan, menilai dampak anjloknya IHSG tidak hanya dirasakan investor, tetapi juga berpotensi memengaruhi dunia usaha dan masyarakat luas. Menurutnya, gejolak pasar yang berlangsung lama dapat membuat perusahaan menunda investasi, pembangunan pabrik, pembelian mesin, hingga perekrutan tenaga kerja. Jika ketidakpastian terus berlanjut, pertumbuhan kesempatan kerja berpotensi melambat dan kenaikan gaji pekerja dapat tertahan karena perusahaan berupaya menekan pengeluaran.
Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah berisiko meningkatkan biaya produksi perusahaan yang bergantung pada bahan baku impor. Kondisi tersebut dapat mendorong kenaikan harga barang dan jasa, sehingga daya beli masyarakat tertekan, terutama jika pendapatan tidak mengalami peningkatan sebanding. Aknolt menjelaskan, kenaikan biaya produksi yang disertai penurunan permintaan dapat menimbulkan efek berantai, mulai dari melemahnya penjualan hingga berkurangnya aktivitas produksi perusahaan.
Meski demikian, pelemahan rupiah tidak selalu berdampak negatif bagi seluruh sektor usaha. Perusahaan yang berorientasi ekspor berpeluang memperoleh keuntungan karena produknya menjadi relatif lebih kompetitif di pasar internasional. Namun, besarnya manfaat tetap bergantung pada struktur biaya dan permintaan pasar. Aknolt menegaskan, hal yang perlu diperhatikan bukan hanya seberapa dalam IHSG mengalami penurunan, melainkan juga berapa lama tekanan tersebut berlangsung karena dapat memengaruhi keputusan bisnis, kondisi lapangan kerja, dan daya beli masyarakat.
Suhu Jabar Tembus 35 Derajat Celsius, BMKG Imbau Warga Waspadai Dehidrasi dan Kebakaran
Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...


