Video yang memperlihatkan keluarga pasien mengeluhkan pelayanan Puskesmas Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, viral di media sosial. Dalam video tersebut, keluarga pasien menuding pihak puskesmas menolak memberikan pelayanan hingga memicu kegaduhan. Menanggapi polemik tersebut, dokter jaga Puskesmas Bantarujeg, dr. Tika Ayu, akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi terkait kejadian yang berlangsung pada Sabtu sekitar pukul 17.45 WIB.
Tika menjelaskan, pasien berinisial M (61) datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Bantarujeg bersama keluarganya menggunakan sepeda motor. Setibanya di lokasi, pasien langsung dijemput perawat menggunakan kursi roda untuk dibawa ke ruang IGD. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan awal. Dari hasil anamnesis, pasien diketahui mengalami batuk selama kurang lebih satu bulan, keringat dingin pada malam hari, mual, pusing, muntah, serta penurunan berat badan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah pasien mencapai 172/82 mmHg, denyut jantung 106 kali per menit, frekuensi pernapasan 24 kali per menit, dan saturasi oksigen 96 persen. Tika menyebut pemeriksaan awal dilakukan di kursi roda karena tempat tidur pemeriksaan sedang kotor setelah sebelumnya digunakan untuk menangani pasien kecelakaan. Setelah itu, pasien dipindahkan ke tempat tidur pemeriksaan oleh keluarganya. Sekitar pukul 17.58 WIB, perawat berkonsultasi dengan dokter dan pasien diduga mengalami tuberkulosis (TB) paru.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter menyarankan agar pasien dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Namun, keluarga pasien disebut menolak rujukan karena mempertimbangkan jarak rumah sakit yang cukup jauh. Pihak keluarga justru berharap pasien dapat menjalani perawatan di Puskesmas Bantarujeg. Klarifikasi ini disampaikan Tika untuk meluruskan informasi yang beredar sekaligus menjelaskan kronologi pelayanan terhadap pasien tersebut.


