Abu yang diduga berasal dari aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Bandung Raya, Jawa Barat. Jarak wilayah tersebut diperkirakan sekitar 260 hingga 280 kilometer dari pusat erupsi. Pantauan di Jalan Terusan Jakarta, Kota Bandung, menunjukkan serbuk berwarna putih menempel pada sejumlah kendaraan roda empat hingga memenuhi bagian depan mobil.
Kondisi serupa juga dirasakan warga Kabupaten Bandung Barat (KBB). Ujang Andrianto (25), warga Weninggali, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cililin, mengatakan debu mulai terlihat sejak Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Menurutnya, debu tersebut terasa berbeda dari debu yang biasanya muncul di sekitar rumah dan jumlahnya cukup banyak sehingga halaman rumah harus beberapa kali dibersihkan.
“Pas pagi tadi pas jam 06.00 pagi ada debu banyak banget, banyak banget sampai terasa banget ke kaki juga. Terasa beda banget gitu, debunya beda banget,” kata Ujang saat dihubungi Tribun Jabar. Ia mengaku belum mengetahui cara membersihkan debu tersebut secara khusus dan memilih menyapunya. Namun, setelah dibersihkan, debu kembali muncul. Ujang juga mengatakan sejumlah warga dari wilayah Ciwidey dilaporkan mengalami kondisi serupa berdasarkan informasi yang dilihatnya di media sosial.
Karena khawatir terpapar debu, Ujang memilih lebih banyak berada di dalam rumah dan menyimpan kendaraannya di dalam garasi. Jika harus keluar menggunakan sepeda motor, ia mengaku akan mengenakan masker untuk menjaga kesehatan. Ia berharap masyarakat mendapatkan informasi dan perhatian apabila paparan debu tersebut terus berlangsung, termasuk adanya bantuan masker bagi warga yang terdampak.


