BANDUNG BARAT — Pemandangan unik sekaligus memprihatinkan terjadi di Jalan Raya Padalarang-Cianjur, tepatnya di Kampung Pamucatan, Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Jalur nasional tersebut mendadak memutih dan terlihat seolah-olah sedang ‘berselimut salju’ layaknya musim dingin di Swiss, Jepang, atau Korea Selatan.
Warna putih bersih tampak menutupi permukaan aspal, dinding, atap bangunan, hingga dedaunan di tepi jalan. Namun, fenomena ini sama sekali bukan karena faktor cuaca atau salju sungguhan, melainkan akibat tumpukan debu mikroskopis yang berasal dari aktivitas pabrik pengolahan batu kapur di kawasan tersebut. Tak hanya mengotori lingkungan, partikel debu halus ini juga mengganggu para pengguna jalan karena langsung menempel pada kaca mobil, bodi kendaraan, hingga helm para pemotor.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Ibrahim Adjie, membenarkan bahwa lapisan putih yang viral di media sosial tersebut murni merupakan polusi debu industri.
“Kalau peninjauan langsung ke lokasi yang viral itu, dipastikan warna putih tersebut merupakan debu dari pengolahan batu kapur,” ujar Ibrahim saat dikonfirmasi pada Selasa (30/6/2026).
Merespons situasi tersebut, pihak DLH KBB langsung bergerak cepat melakukan verifikasi lapangan ke sejumlah industri pengolahan batu kapur di Kecamatan Cipatat. Hasilnya, petugas menemukan adanya pelanggaran operasional dan langsung memanggil pihak pengelola pabrik untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, terungkap bahwa pabrik kapur di kawasan tersebut ternyata tidak dilengkapi dengan suction system atau alat penghisap debu industri di area produksinya. Akibat ketiadaan alat penyaring ini, debu halus hasil produksi beterbangan bebas keluar dari area pabrik hingga mencemari lingkungan sekitar secara masif.
“Perusahaan tidak memiliki alat suction atau penghisap debu industri supaya kapur di area kerja pabrik, sehingga kawasan sekitar dipenuhi debu mikroskopis yang menyebabkan kualitas udara menurun,” jelas Ibrahim.
Meski terlihat estetik di layar kaca layaknya pemandangan musim dingin di luar negeri, fenomena ‘salju’ kapur ini nyatanya menjadi ancaman serius bagi kualitas udara dan kesehatan paru-paru warga serta pengendara yang melintas di kawasan Cipatat.


