BANDUNG – Pengembangan transportasi massal berbasis listrik di Bandung Raya mulai direalisasikan melalui pembangunan fasilitas charging station atau stasiun pengisian daya untuk armada Bus Rapid Transit (BRT). Fasilitas tersebut akan dibangun di Depo BRT Leuwipanjang dan Terminal Cicaheum sebagai bagian dari implementasi Master Plan Bandung Basin Metropolitan Area (BBMA). Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Korea melalui Chungnam Center for Economy and Creative Innovation yang memberikan hibah pembangunan fasilitas pengisian daya.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Muiz Thohir, mengatakan ke depan layanan BRT Bandung Raya direncanakan menggunakan armada bus listrik sehingga keberadaan charging station menjadi infrastruktur utama yang harus dipersiapkan sejak awal. Menurutnya, hibah dari Pemerintah Korea akan dimanfaatkan untuk membangun fasilitas pengisian daya di dua titik, yakni Depo Leuwipanjang dan Terminal Cicaheum, yang nantinya menjadi pusat pengisian daya bagi armada bus listrik. “Ke depan, layanan BRT Bandung Basin Metropolitan Area direncanakan menggunakan armada bus listrik. Karena itu, pembangunan fasilitas pengisian daya menjadi salah satu komponen penting dalam proyek ini,” ujar Muiz di Leuwipanjang, Kota Bandung, Rabu (15/7/2026).
Selain pembangunan charging station, Muiz menjelaskan progres pembangunan proyek BRT Bandung Raya juga terus berjalan secara bertahap. Saat ini pembangunan depo beserta gedung operasional tengah berlangsung, sementara pembangunan halte di luar koridor utama (off corridor) telah dimulai. Seluruh pekerjaan dikerjakan secara paralel, termasuk pembangunan jalur khusus (dedicated lane) dan halte di sepanjang koridor layanan. Pemerintah pun terus mengupayakan agar seluruh tahapan pembangunan dapat selesai sesuai target sehingga operasional BRT dapat dimulai pada pertengahan 2027.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, mengatakan pembangunan BRT dan stasiun pengisian daya merupakan bagian dari sinergi antara Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta lima pemerintah kabupaten dan kota di Bandung Raya. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan, terutama dalam pengembangan layanan feeder yang akan terintegrasi dengan BRT. Tahun ini, Pemprov Jawa Barat telah menyiapkan dua koridor feeder sebagai langkah awal membangun sistem transportasi publik yang terhubung dan diharapkan mampu mendorong masyarakat beralih ke angkutan umum ramah lingkungan.


