Sopir Lalamove bernama Tegar menceritakan pengalamannya saat mendapat pesanan mengantarkan sebuah dus berukuran besar dari kawasan Dunguscariang, Andir, menuju Caringin, Kopo, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (1/9/2026). Pesanan tersebut datang dari seorang pria berinisial SDP yang kini diduga sebagai pelaku pembunuhan. Tegar mulai merasa curiga ketika membantu menaikkan dus tersebut ke mobil pikapnya karena bungkusan terasa berat dan mengeluarkan bau tidak sedap.
Kecurigaan Tegar semakin kuat selama perjalanan menuju kawasan Kopo. Bau menyengat terus tercium dari dalam kendaraan hingga membuatnya beberapa kali menanyakan isi dus kepada SDP. Namun, pria tersebut disebut terus menjelaskan bahwa bungkusan itu berisi besi dan pakaian. Tegar bahkan sempat meminta agar dus dibuka untuk memastikan isinya, tetapi permintaan tersebut ditolak karena SDP terlihat ketakutan. Kondisi itu membuat Tegar semakin yakin bahwa bungkusan besar tersebut kemungkinan berisi jasad manusia.
Karena merasa tidak aman dan ingin memastikan isi dus tersebut, Tegar kemudian membelokkan mobilnya ke Jalan Terusan Suryani sebelum mencapai lampu merah Pasir Koja. Saat melihat banyak warga di sekitar lokasi, ia meminta SDP turun dan menurunkan bungkusan tersebut. SDP kemudian disebut menurunkan dus seorang diri, sementara Tegar menjauh dari kendaraan dan meminta bantuan petugas keamanan di sekitar lokasi untuk menghubungi polisi karena menduga isi dus tersebut adalah mayat.
Penemuan dus berisi jasad tersebut kemudian menghebohkan warga Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. Polisi selanjutnya menangkap SDP yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut dalam waktu kurang dari enam jam setelah penemuan jasad. Korban diketahui merupakan seorang perempuan warga Lampung. Kasus tersebut kini ditangani kepolisian untuk mengungkap secara lengkap motif pembunuhan, hubungan antara korban dan pelaku, serta rangkaian kejadian sebelum jasad dimasukkan ke dalam kardus.


