Kabar duka menyelimuti Jawa Barat setelah mantan Gubernur Jabar Danny Setiawan meninggal dunia di kediamannya di Jalan Anggrek, Kota Bandung, Sabtu (19/9/2026). Kepergian Danny meninggalkan kenangan mendalam bagi Gubernur Jabar saat ini, Dedi Mulyadi. Dedi mengaku telah mengenal Danny sejak dirinya masih menjabat sebagai Wakil Bupati Purwakarta. Ia mengenang Danny sebagai sosok yang banyak memberikan dukungan, gagasan, dan kontribusi bagi perjalanan karier maupun pembangunan di Jawa Barat.
Salah satu jasa Danny yang paling diingat Dedi adalah dukungannya terhadap gagasan pendidikan di Purwakarta. Danny disebut pernah memberikan bantuan dana awal sebesar Rp500 juta untuk membangun sekolah ekologi berbasis kesundaan, SDK Kahuripan Pajajaran. Meski dalam perjalanan anggaran tersebut sempat dialihkan, dukungan Danny ikut mendorong terwujudnya sekolah tersebut hingga akhirnya berdiri dan masih berjalan di Purwakarta. Bagi Dedi, kontribusi Danny tidak hanya berkaitan dengan politik, tetapi juga gagasan pembangunan dan pendidikan.
Dedi juga mengingat dua momen ketika dirinya mendapat teguran dari Danny. Pertama terjadi saat krisis Bandung Darurat Sampah, ketika Purwakarta sempat ditetapkan sebagai lokasi pembuangan sampah. Dedi yang kala itu menjabat Wakil Bupati Purwakarta menolak keputusan tersebut hingga akhirnya lokasi pembuangan dialihkan ke Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat. Momen kedua terjadi saat rapat di kampus IPDN Jatinangor. Dedi yang datang mengenakan pakaian serba hitam ditegur Danny karena tidak menggunakan pakaian dinas. Teguran tersebut justru dikenang Dedi sebagai bagian dari hubungan keduanya yang penuh keakraban.
Komunikasi terakhir Dedi dengan Danny terjadi beberapa waktu lalu karena kondisi kesehatan sang mantan gubernur yang sedang menurun. Selama Danny sakit, Dedi tetap memantau kondisinya melalui putra Danny yang bekerja di kantor yang sama dengannya. Dedi menyampaikan bahwa masa kepemimpinan Danny Setiawan telah memberikan kontribusi besar bagi Jawa Barat. Ia pun mengenang almarhum sebagai sosok yang meninggalkan jasa serta sejumlah gagasan yang masih dirasakan manfaatnya hingga kini.


