Penutupan Kawasan Gasibu, Kota Bandung, mulai 1 September 2026 hingga awal 2027 menuai kritik dari warganet. Selain mempersoalkan durasi penutupan yang dinilai cukup lama, masyarakat juga mempertanyakan nasib jogging track yang selama ini menjadi salah satu fasilitas olahraga favorit. Kritik tersebut ramai disampaikan melalui kolom komentar Instagram Humas Jabar setelah Pemprov Jabar mengumumkan penutupan sementara untuk penataan dan optimalisasi kawasan. Sejumlah warganet bahkan menyindir Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM dan mempertanyakan apakah jogging track akan diubah atau justru dihilangkan.
Kekhawatiran tersebut juga disertai pertanyaan mengenai urgensi penataan Gasibu yang dinilai masih dapat digunakan. Beberapa warganet meminta Pemprov Jabar menunjukkan desain atau konsep kawasan baru sebelum pekerjaan dilakukan. Mereka menilai transparansi diperlukan agar masyarakat mengetahui perubahan apa saja yang akan dilakukan, terlebih proyek tersebut menggunakan anggaran pemerintah. Kekhawatiran lain menyangkut keberadaan pepohonan di sekitar jogging track yang diharapkan tidak ikut ditebang selama proses penataan berlangsung.
Pemprov Jabar sebelumnya menjelaskan penutupan Gasibu dilakukan untuk mendukung penataan dan optimalisasi kawasan agar menjadi ruang publik yang lebih tertata, aman, nyaman, dan fungsional. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat Adi Komar mengatakan pekerjaan tersebut mencakup sejumlah bagian, termasuk penataan area jogging track serta peningkatan kualitas fasilitas pendukung. Selama proses berlangsung, masyarakat diimbau tidak beraktivitas di dalam kawasan demi keamanan dan kelancaran pekerjaan. Penataan diproyeksikan berlangsung hingga awal 2027.
Setelah penataan selesai, Kawasan Gasibu akan kembali dibuka untuk masyarakat dengan fasilitas yang diharapkan lebih baik dan nyaman untuk berbagai aktivitas. Namun, hingga kini perhatian publik masih tertuju pada seperti apa wajah baru Gasibu dan bagaimana nasib jogging track yang selama ini digunakan untuk berolahraga. Karena itu, warganet berharap Pemprov Jabar dapat memberikan informasi lebih terbuka mengenai desain serta konsep penataan kawasan sebelum seluruh pekerjaan rampung.


