Harga rumah-rumah besar atau tipe ≥201 mengalami penurunan, salah satunya di Jawa Barat. Wilayah Bandung Raya menjadi salah satu yang mengalami penurunan harga cukup besar.
Berdasarkan data dari Pinhome yang bertajuk Indeks Harga Jual Rumah Nasional kuartal I 2026 dalam Pinhome Home Sell Index (PHSI), harga jual rumah mengalami penurunan tipis sebesar 0,1 persen secara kuartalan maupun tahunan. Segmen rumah tipe ≥201 mengalami penurunan yang cukup dalam yaitu 0,5 persen secara kuartalan dan 0,7 persen secara tahunan.
Di Jawa Barat, penurunan harga rumah gedong atau tipe ≥201 terjadi di beberapa wilayah yaitu di Bandung Raya dan Bogor. Di Kota Bandung terjadi penurunan harga sebanyak 1 persen, Kabupaten Bandung sebanyak 2 persen, dan Kabupaten Bandung Barat sebanyak 2 persen.
Pada kuartal I 2026, harga rumah premium di Kota Bandung menjadi Rp 4,3 miliar dari yang sebelumnya Rp 4,35 miliar pada kuartal IV 2025. Harga rumah gedong di Kabupaten Bandung turun menjadi Rp 2,85 miliar dari yang sebelumnya Rp 2,9 miliar pada kuartal IV 2025. Lalu di Kabupaten Bandung Barat, harga rumah gedong turun menjadi Rp 4,6 miliar dari yang sebelumnya Rp 4,7 miliar pada kuartal IV 2025.
Penurunan harga tersebut bukan tanpa alasan. Dalam laporan yang sama disebutkan bahwa penurunan harga rumah gedong di Bandung Raya terjadi karena curah hujan tinggi di wilayah Bandung Raya yang memicu banjir tahunan serta kejadian longsor di beberapa titik. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas pasar dalam jangka pendek, khususnya di wilayah yang terdampak langsung.
Selain di Bandung Raya, harga rumah gedong juga turun di Kota Bogor. Pada kuartal I 2026, harga rumah ≥201 turun 2 persen menjadi Rp 3,4 miliar dari yang sebelumnya Rp 3,467 miliar pada kuartal IV 2025.
Penurunan harga rumah di Kota Bogor ini terjadi karena dipengaruhi oleh gangguan aktivitas di beberapa wilayah serta tekanan ekonomi seperti peningkatan kasus pemutusan hubungan kerja, yang mendorong sebagian calon pembeli untuk menunda pembelian.
Selain di Jawa Barat, penurunan harga rumah premium juga terjadi di beberapa wilayah, seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah, hingga Kalimantan.
Harga Sewa Rumah di Bandung Raya
Pasar sewa hunian di wilayah Bandung Raya pada kuartal 1 tahun 2026 menunjukkan tren penurunan di wilayah penyangga, sementara Kota Bandung tetap stabil di seluruh tipe bangunan.
Menurut Indeks Harga Sewa Porperti Pinhome pada kuartal I 2026, di Kabupaten Bandung Barat, harga sewa rumah tipe kecil (≤54) turun 2 persen akibat gelombang PHK massal yang melemahkan daya beli pekerja, diperburuk oleh risiko bencana longsor di wilayah Cisarua dan Parongpong yang merusak aset warga. Harga sewa rumah per tahun di Kabupaten Bandung Barat untuk tipe ≤54 yaitu Rp 27 juta, untuk tipe 55-120 yaitu Rp 65 juta, untuk tipe 121-200 yaitu Rp 95 juta, dan untuk tipe ≥201 sebesar Rp 150 juta.
Sementara itu, Kabupaten Bandung mencatatkan penurunan 3 persen pada segmen rumah tipe >=201 seiring meningkatnya kewaspadaan terhadap banjir tahunan di kawasan Dayeuhkolot akibat curah hujan tinggi. Faktor keamanan lingkungan dan stabilitas ekonomi pekerja menjadi variabel utama yang menekan harga sewa di luar pusat kota pada awal tahun ini.
Harga sewa rumah per tahun di Kabupaten Bandung untuk tipe ≤54 yaitu Rp 35 juta, untuk tipe 55-120 yaitu Rp 50 juta, untuk tipe 121-200 yaitu Rp 75 juta, dan untuk tipe ≥201 sebesar Rp 125 juta.


