JAKARTA – Ketua Bidang Ekonomi DPP Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun, mengajak seluruh elite politik untuk mengedepankan sikap dewasa, konsisten, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan kritik kepada pemerintah. Ajakan tersebut ia sampaikan di tengah meningkatnya dinamika politik nasional serta tantangan berat yang dihadapi Indonesia akibat situasi geopolitik global. Menurut Misbakhun, kritik adalah bagian penting dalam kehidupan demokrasi, namun sebaiknya disampaikan dengan penuh tanggung jawab dan bukan dengan cara yang membuat keadaan semakin panas demi mendinginkan suasana nasional.
Ketua Umum Depinas SOKSI itu menilai seluruh elemen mulai dari masyarakat, mahasiswa, tokoh nasional, hingga partai politik memiliki hak yang sama untuk menyampaikan pandangan terhadap jalannya pemerintahan. Misbakhun meyakini bahwa pemerintahan Prabowo Subianto sangat terbuka terhadap berbagai masukan. Sebagai bukti, ia mencontohkan respons cepat pemerintah yang mendengarkan kritik terkait dugaan penyimpangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan langsung melakukan upaya penegakan hukum secara tegas.
Di sisi lain, anggota DPR yang memimpin Komisi XI ini juga menyoroti gelombang kritik tajam yang belakangan disampaikan oleh sejumlah elite PDI Perjuangan. Meski menghormati pandangan tersebut, Misbakhun menilai kritik yang keluar semestinya lebih berorientasi pada solusi. Mengingat pengalaman panjang PDI Perjuangan dalam mengoperasionalkan pemerintahan dan kebijakan negara pada periode sebelumnya, masukan yang dihadirkan seharusnya bisa lebih matang, proporsional, dan substantif, alih-alih memperkeruh suasana.
Lebih lanjut, Misbakhun menekankan pentingnya konsistensi sikap politik dari sebuah partai. Walaupun sistem ketatanegaraan Indonesia tidak mengenal istilah oposisi secara formal, setiap partai politik dinilai perlu menunjukkan posisi yang jelas, apakah berada di dalam atau di luar pemerintahan. Ia mengingatkan agar partai politik tidak mengambil keuntungan dari keberhasilan pemerintah demi mendapatkan poin politik, tetapi langsung mengambil jarak dan mengkritik keras saat pemerintah menghadapi kebijakan yang kurang populer. Menurutnya, posisi politik dua kaki seperti itu sangat tidak elegan dan memicu ambiguitas di mata publik.
Pada akhir pernyataannya, Misbakhun menegaskan bahwa kejelasan sikap politik merupakan bagian penting dari pendidikan demokrasi bagi masyarakat luas. Ia mengajak seluruh kekuatan politik untuk mengedepankan kerja sama dalam menghadapi berbagai persoalan nasional, karena tantangan bangsa saat ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan saling menyalahkan. Menurutnya, tugas utama seluruh elite politik adalah memberikan keteladanan dengan menghadirkan solusi nyata, serta menempatkan kepentingan bangsa dan negara jauh di atas kepentingan politik praktis yang bersifat populis belaka.


